Masuk

Negara Anggota OPEC Bela Arab Saudi Lawan Tudingan AS

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Negara-negara yang tergabung dalam OPEC dan sekutunya atau OPEC+, satu suara membela Arab Saudi yang mendukung kebijakan pemangkasan produksi minyak. 

Dukungan OPEC+ diutarakan di tengah ketegangan yang terjadi antara Arab Saudi dengan AS. 

Adapun kemarahan AS ke Arab Saudi karena AS menyebut Arab Saudi memanas-manasi lembaga OPEC+ untuk mengeluarkan kebijakan pemangkasan produksi minyak.

Baca Juga: Kasus Pencabulan Pegawai Toko di Tambora Jakarta Barat, Berakhir Damai

Tidak sampai di situ, AS juga menuding kebijakan tersebut sebagai rekayasa politik Arab Saudi dan hanya menguntungkan Rusia. Namun, tuduhan itu buru-buru dibantah oleh Arab Saudi.

Melalui Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, menyampaikan bahwa OPEC+ memangkas target produksi minyak demi melindungi kepentingan konsumen dan produsen.

Pernyataan ini mendapat dukungan oleh beberapa angggota OPEC+, salah satunya melalui menteri Uni Emirat Arab (UEA).

Baca Juga: Setelah ‘Dipecat’ MU, Ronaldo Bakal Main di Liga Arab Saudi?

Menteri Energi Uni Emirat Arab (UEA), Suhail al-Mazrouei, menegaskan bahwa keputusan itu tidak dipengaruhi oleh tekanan politik manapun.

“Saya ingin mengklarifikasi bahwa keputusan OPEC+ terbaru, yang disetujui dengan suara bulat, adalah  keputusan teknis murni tanpa niat politik apa pun,” tulis Menteri Energi UEA Suhail al-Mazrouei di Twitter, dikutip dari Reuters, Senin 17 Oktober 2022.

Selanjutnya Menteri Energi Aljazair Mohamed Arkab menyebut keputusan tersebut di keluarkan murni berdasarkan pertimbangan ekonomi. 

Ia dan Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al Ghais, yang mengunjungi Aljazair, mengungkapkan kepercayaan penuh terhadap keputusan itu.

Baca Juga: Pedagang Arab Saudi Teriak Rp 10 Ribu Jokowi

“Keputusan OPEC+, adalah respons murni teknis berdasarkan pertimbangan ekonomi murni,” terangnya.

CEO Kuwait Petroleum Corporation Nawaf Saud al-Sabah juga menyambut baik keputusan OPEC+ dan mengatakan langkah itu dilakukan untuk mempertahankan pasar minyak yang seimbang.

Dalam pernyataan terpisah, Oman dan Bahrain mengatakan bahwa OPEC+ dengan suara bulat menyetujui pemangkasan produksi minyak tersebut.