Terkini.id, Jakarta – Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mendapat sorotan di media sosial lantaran gencar mendukung aksi demo UU Omnibus Law. Tapi partainya di DPR RI ikut menyetujui RUU tersebut.
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Gerindra tersebut, sebelumnya mengungkapkan bahwa polisi tidak lagi dalam hal mengizinkan atau tidak. Warga yang ingin berunjuk rasa cuma menyampaikan pemberitahuan. Fadli Zon pun menuding polisi diskriminasi.
“Demonstrasi adalah hak warga termasuk hak buruh. Selama bisa menjaga protokol kesehatan seperti pilkada, jangan didiskriminasi,” kata Fadli Zon lewat media sosial.
Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengungkapkan, polisi sudah melakukan upaya pencegahan terhadap rencana unjuk rasa yang akan dilakukan di tengah pandemi Covid-19.
Upaya pencegahan, di antaranya dengan patroli di titik-titik keberangkatan peserta aksi.
- Buku Bahasa Makassar Karya Prof Kembong Guru Besar FBS UNM, Resmi Diterbitkan Yudhistira
- 30.369 Peminat SNBT 2026, Plt Rektor UNM Ingatkan Waspada Joki dan Penipuan
- DPRD Makassar Soroti Pentingnya Akta Kematian dalam Validitas Data Pemilih
- Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Pertamina Sulawesi Tegaskan Isu Berbayar Hoaks
- Ketua DPRD Sulsel Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan
“Di masing-masing wilayah juga kita telah sampaikan di wilayah-wilayah yang mau berangkat, kami bubarkan, kita sampaikan supaya mereka tidak datang ke sini,” kata Yusri sebagaimana dilaporkan jurnalis Suara.com.
Yusri mengungkapkan, upaya pencegahan dilakukan dengan pendekatan humanis dan persuasif.
“Sekarang kita imbau, kita mengharapkan agar mereka mengerti pandemi Covid-19 ini semakin tinggi di Jakarta. Jangan jadi klaster baru,” ujarnya.
Saat ini, pemerintah Jakarta sedang menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar dan ada pula Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 yang dengan jelas melarang segala kegiatan yang menimbulkan keramaian atau kerumunan massa.
Dua kebijakan di atas dikeluarkan oleh pemerintah dalam rangka menghentikan dan mencegah penyebaran virus corona di tengah masyarakat.
Aksi unjuk rasa dinilai melanggar kebijakan jaga jarak fisik (physical distancing) seperti yang diatur dalam kebijakan tersebut.
Partai Gerindra Ikut Setuju
Di media sosial, netizen menyoroti sikap Fadli Zon yang seolah-oleh mendukung demo buruh. Tapi, sikap fraksinya justru setuju.
“Tangan kiri (pura-pura) tidak tahu apa yang dibuat oleh tangan kanan. Inilah politik siluman” tulis Nico Krisnanto.
Nico juga memosting meme terkait Partai Gerindra yang mendukung RUU Cipta Kerja.
“Seolah membela buruh, padahal partainya mendukung RUU Cipta Kerja. Mau main politik dua kaki ya Jon? konsisten dong dengan kebijakan partai. Lagi pandemi kok malah dukung kegiatan demo,” tulis meme tersebut.
Seperti diketahui, RUU Cipta Kerja disetujui sebanyak 7 fraksi sedangkan 2 lainnya menolak.
Dua partai yang menolak RUU Omnibus Law Ciptaker yaitu Fraksi PKS dan Demokrat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
