Ekonom Duga Ada 75 Persen Masyarakat Miskin Tidak Terima Bansos, Warganet: Sungguh Tidak Berguna Bansos, Stabilkan Harga Pangan!

Ekonom Duga Ada 75 Persen Masyarakat Miskin Tidak Terima Bansos, Warganet: Sungguh Tidak Berguna Bansos, Stabilkan Harga Pangan!

R
Muhammad Ifan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Ekonom Core Indonesia Muhammad Ishak menduga ada 75 persen masyarakat miskin tidak menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

Dalam acara Core Quarterly Review 2022: Mengadang Inflasi Menuju Kondisi Pra Pandemi, Ishak menjelaskan selama masa pandemi covid-19, pemerintah telah menggelontorkan anggaran dari APBN untuk bansos kepada masyarakat.

Bansos yang dimaksud, yaitu kartu keluarga sejahtera, bantuan pangan non tunai, dan program keluarga harapan (PKH).

“Bantuan pemerintah ini cukup masif. Ini sangat membantu masyarakat kelas menengah bawah,” kata Ishak dilansir dari CNN Indonesia.

Namun distribusi bantuan-bantuan tersebut hingga saat ini masih di bawah 25 persen. “Lapisan paling bawah, masyarakat miskin yang menerima bantuan pemerintah tidak sampai 25 persen. Artinya, sisanya yang 75 persen ini tidak dapat bantuan,” terang Ishak.

Berita terkait Ekonom Muhammad Ishak yang menduga ada 75 Persen masyarakat yang tidak mendapatkan bansos ini direspon oleh warganet di media sosial Twitter, salah satunya datang dari pengguna bernama @berpikirapasaja.

Dalam cuitannya, akun Twitter @berpikirapasaja berpendapat jika bantuan sosial (bansos) itu tidak berguna.

“Sungguh tidak berguna bansos, stabilkan harga pangan, naik kan harga jual hasil bumi petani, stop impor pangan!!!” ” Tulis pengguna Twitter bernama @berpikirapasaja.

Ekonom Duga Ada 75 Persen Masyarakat Miskin Tidak Terima Bansos, Warganet: Sungguh Tidak Berguna Bansos, Stabilkan Harga Pangan!
Cuitan Netizen @berpikirapasaja

Pengguna Twitter lain bernama @uswatoen_mu turut memberikan komentarnya, ia sepakat jika 75 persen masyarakat miskin tidak terima bansos.

“Betull sekali” Tulis akun Twitter @uswatoen_mu.

Dilansir dari CNN Indonesia, Ekonom Muhammad Ishak meminta pemerintah untuk melakukan perbaikan dari program-program bantuan tersebut. Selain itu, pembenahan data masyarakat miskin juga harus segera dilakukan pemerintah.

“Ada beberapa kelompok masyarakat menengah atas masih dapat bantuan dari pemerintah Ini karena sistem pendataan dan penyaluran yang tidak efektif,” Ungkap Ishak.

Ishak juga menyinggung soal tingkat konsumsi masyarakat yang belum pulih ke level pra pandemi. Apalagi, upah riil relatif stagnan pada kelompok bawah, sehingga jika harga pangan terus naik, seperti minyak goreng, maka kesejahteraan masyarakat bakal turun.

“70 persen konsumsi penduduk miskin itu makanan, kalau pangan mengalami inflasi, dan pendapatan mereka stagnan, maka otomatis kesejahteraan mereka akan turun,” jelas Ishak.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.