Terkini.id, Jakarta – Pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin yang mengomentari kritikan Politisi Gerindra Fadli Zon terhadap Presiden Jokowi menuai tanggapan warganet.
Netizen pun bahkan balik menyindir Ali Ngabalin terkait responsnya terhadap pihak pengkritik Presiden Jokowi itu.
Salah seorang netizen yang menyoroti Ngabalin terkait hal itu yakni pengguna Twitter, Maemunah_Azza.
Lewat cuitannya di Twitter, Minggu 14 November 2021, netizen itu membagikan sebuah link artikel pemberitaan berjudul ‘Ngabalin ke Para Penyindir Jokowi: Tolong Jangan Banyak Ngoceh!’.
Ia pun menyebut, bukan para pengkritik Jokowi yang banyak bicara melainkan mulut Ali Mochtar Ngabalin lah yang terlalu banyak ngoceh.
- KH Achmad Zen Sebut Pancasila Hasil Pengkhianatan Soekarno, Ngabalin Murka: Jangan Diam Teman-Teman
- Ngabalin Jadi Trending Topic Usai Sindir Darurat Kebohongan Habib Rizieq
- Video Ngabalin Sebut Rokok Milik Bechi "Enak", Ruhut Sitompul: Merokok Itu Tidak Sehat
- Ruhut Unggah Video Ngabalin Coba Rokok Bechi Pelaku Pencabulan Santri, Rasanya Enak Kata Ngabalin
- Kembali Panas, Ngabalin tampar Refly Harun dengan Pertanyakan Kepakarannya: Terlalu Kau Isi Kepala Hatimu Penuh Fitnah dan Kebencian
“Mulut Kamu Tuh Yang Banyak Ngoceh !!!,” cuit netizen Maemunah_Azza.
Mengutip CNN Indonesia, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin merespons sindiran Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon ke Presiden Jokowi.
Ngabalin pun meminta Fadli Zon agar jangan terlalu banyak bicara lantaran nantinya dia akan malu sendiri.
“Jangan banyak ngoceh. Kalau dia berteriak-teriak nanti malu, masa DPR tidak mengerti. Suruh baca, belajar lagi,” ujar Ngabalin.
Diketahui, Fadli sempat menyindir Jokowi kapan mengunjungi Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat yang sudah kebanjiran selama tiga pekan.
Menurut Ngabalin, Fadli Zon kurang membaca regulasi soal pembagian tugas dalam penanganan bencana di suatu wilayah. Ia pun menjelaskan, tidak semua bencana harus ditangani oleh Presiden Jokowi.
“Suruh dia baca undang-undang regulasi. Kalau dia DPR, dia harus tahu aturannya, harus mengerti pada tingkat mana skala nasional ditangani. Pada tingkat mana provinsi bencana daerah ditangani, dan pada tingkat mana bupati, wali kota penanganannya,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
