Terkini.id, Jakarta – Seperti yang kita tahu, pendakwah kontroversial Yahya Waloni merupakan seorang mualaf yang sebelumnya memeluk agama Kristen.
Tak hanya itu, ia juga mengakui dirinya sebagai mantan pendeta sebelum membanting setir menjadi seorang pendakwah beragama Islam.
Hanya saja, klaim sebagai mantan pendetanya tersebut hingga saat ini masih banyak dipertanyakan oleh orang-orang.
Hal itu karena beberapa pihak sudah pernah melakukan penelusuran dan hasilnya justru mengerucut pada dugaan bahwa Yahya Waloni mengarang soal pernah menjadi pendeta sebelumnya.
Namun, terlepas dari benar atau tidaknya kabar bahwa ia tak pernah menjadi pendeta itu, rupanya Yahya Waloni mengaku telah mempelajari Al-Qur’an sejak lama.
- Yahya Waloni dan Doanya yang Tembus ke Langit
- Dasad Latif: Ustaz Yahya Waloni Satu dari Sedikit Orang yang Berdakwah Jalur Nahi Munkar
- Muhammad Kece Resmi Divonis 10 Tahun Penjara, Warganet Bandingkan Dengan Yahya Waloni: Hukum di Negeri Ini Sudah Tidak Ada Artinya Lagi!
- Lagi! Megawati Sindir Pemuda Indonesia, Ustadz Yahya Waloni: Waspada! Nenek-nenek itu Biangkerok Perpecahan di Indonesia
- Berani! Pria Ini Tegas Mengatakan Jika UAS dan Yahya Waloni Bangsat
Dalam sebuah tayangan video di kanal YouTube An-Najah TV yang dilihat terkini.id pada Rabu, 24 Maret 2021, Yahya mengaku telah mempelajari Al-Qur’an selama delapan tahun sebelum memutuskan untuk menjadi seorang mualaf.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa ia memeluk Islam karena keinginannya sendiri tanpa dibujuk oleh siapa pun.
“Saya sudah pelajari Al-Qur’an selama delapan tahun baru saya masuk Islam. Bukan terpengaruh karena orang Islam yang bujuk, gak ada,” tutur Yahya Waloni, seperti dikutip terkini.id.
Menurut Yahya Waloni, dalam Islam sendiri tidak ada yang namanya Indomisasi ataupun Islamisasi.
Ia lantas membandingkan dengan menyebut “sebelah sana” terkait adanya program Indomisasi, kristenisasi, atau pemurtadan yang menurutnya merupakan pendangkalan akidah.
“Di Islam ini gak ada Indomisasi, Islamisasi. Gak ada. Gak ada itu, sorry,” ujarnya.
“Beda dengan sebelah sana. Program indomisasi, kristenisasi, permurtadan pendangkalan akidah, allahu akbar!”
Setelah itu, Yahya Waloni kemudian menyampaikan bahwasanya orang-orang yang masuk agama Islam merupakan orang-orang yang hebat.
Hal itu karena menurutnya, orang-orang yang masuk Islam memiliki intelektualitas di atas rata-rata.
“Orang-orang yang masuk Islam itu orang-orang yang hebat. Intelektualitas mereka itu di atas rata rata,” pungkas Yahya Waloni.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
