Ngeri! Kasus Kematian Covid-19 di Amerika Tembus 1.000 Sehari, 42 Meninggal Setiap Jam

Ngeri! Kasus Kematian Covid-19 di Amerika Tembus 1.000 Sehari, 42 Meninggal Setiap Jam

Effendy Wongso
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Washington – Ngeri! Kasus kematian Covid-19 di Amerika tembus 1.000 sehari, 42 meninggal setiap jam. Pemerintah Negeri Paman Sam melaporkan lebih seribu kasus kematian lantaran virus corona dalam sehari, yang berarti jika diuraikan ada sekitar 42 orang meninggal setiap jam.

Data ototitas kesehatan Amerika Serikat (AS) tersebut tercatat ketika Covid-19 varian Delta semakin menyebar luas di wilayah-wilayah AS dengan angka vaksinasi rendah.

Seperti dilansir dari Reuters via detikcom, Kamis 19 Agustus 2021, kematian akibat Covid-19 di Amerika Seriat mengalami lonjakan dalam sebulan terakhir, dan mencapai angka rata-rata 769 kematian setiap harinya. Ini diklaim tertinggi sejak pertengahan April 2021 lalu. Data itu sendiri didasarkan pada analisis Reuters.

Pada Selasa 17 Agustus 2021 malam waktu setempat, pemerintahan Presiden Joe Biden mengonfirmasi rencana memperpanjang aturan wajib masker di dalam pesawat, kereta, dan bus, serta pada area bandara dan stasiun kereta hingga pertengahan Januari 2022 mendatang.

Sama halnya negara-negara lainnya, varian Delta memberikan tantangan besar bagi Amerika Serikat.

Penghitungan Reuters dari data resmi negara-negara bagian AS menunjukkan, sebanyak 1.017 kematian akibat virus corona tercatat dalam sehari, atau pada Selasa 17 Agustus 2021 waktu setempat. Dengan tambahan itu, total kematian akibat Covid-10 di AS mencapai 623 ribu orang. Angka itu sendiri tercatat sebagai kasus kematian tertinggi di dunia.

Diketahui, AS terakhir kali mencatat lebih seribu kematian dalam sehari pada Maret 2021 lalu.

Otoritas kesehatan AS mulai mempercepat vaksinasi virus corona di tengah ancaman baru yang ditimbulkan varian Delta. Menurut penghitungan Our World in Data, jumlah rata-rata dosis yang diberikan dalam tujuh hari meningkat 14 persen dalam dua pekan terakhir.

Sementara itu, pemerintah dan pusat bisnis awalnya menawarkan insentif seperti uang tunai dan hadiah untuk mereka yang bersedia divaksinasi. Pasalnya, lonjakan kasus virus corona mendorong sejumlah perusahaan dan negara bagian untuk mewajibkan vaksinasi terhadap para pekerjanya.

Namun, kasus-kasus baru Covid-19 terus membanjiri rumah sakit di AS, dengan angka rawat inap tercatat naik 70 persen dalam dua pekan terakhir.

Data penghitungan Reuters, menunjukkan AS mencatat rata-rata lebih 100 ribu kasus infeksi corona setiap harinya selama 12 hari yang diklaim tertinggi dalam enam bulan.

Wilayah AS bagian selatan tetap menjadi episentrum wabah terbaru virus corona, dengan Florida melaporkan rekor nyaris 26 ribu kasus baru dalam sepekan terakhir.

Sementara itu, jumlah anak-anak yang dirawat di rumah sakit lantaran Covid-19 juga meningkat di berbagai wilayah AS.

Pada Selasa 17 Agustus 2021 waktu setempat, menurut data Departemen Kesehatan dan Layanan Manusia, angkanya mencapai 1.834 kasus virus coroana terhadap anak-anak.

Para pakar kesehatan setempat mengaitkan varian Delta lebih mungkin menginfeksi anak-anak ketimbang varian asli Alpha.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.