Ngorok di Belakang

twitter.com/liverpool

TANPA Mo Salah. Tanpa Firmino. Tanpa harapan. Ternyata ada kecerdikan. Dan Liverpool bisa membalik kekalahan 0-3 dari Barcelona. Menjadi menang 4-0 di kandang. Menjelang subuh tadi. Dengan agregat menjadi 4-3. Lolos dengan dramatik ke final Piala Champion bulan depan.

Gol penentuan kemenangannya pun dengan cara yang langka. Belum pernah saya melihat seperti ini: Alexander Arnold siap melakukan tendangan sudut. Di menit ke 79.

Pemain belakang Barcelona siap bertahan di depan gawang. Tapi Arnold seperti tidak jadi menendang. Melangkah meniggalkan bola di sudut. Seperti hendak menyilakan Shakhiri saja yang menendang.

Pemain belakang Barcelona pun mengurungkan kesiap-siagaannya. Tiba-tiba Arnold balik ke sudut. Cepat sekali. Langsung menendang bola itu ke depan gawang. Di sana ada Origi. Langsung menceploskan bola ke gawang Barcelona.

Di saat pemain belakang Barcelona belum siaga. Kipernya pun belum siap menerima dadakan itu.

Komentator Inggris mengistilahkannya “saat pemain belakang Barcelona masih tertidur lelap”. Melihat peristiwa gol itu sang komentator bilang: ekspresi pemain belakang Barcelona seperti orang bego.

Tentang keputusan Arnold yang balik kucing tiba-tiba itu sang komentator menilai sebagai “insting yang cerdas dari Arnold”.
Cerdik, spontan, tidak disangka.

Sering ada kecerdikan seperti ini tapi untuk tendangan bebas. Sering juga menghasilkan gol. Tapi, ini tendangan sudut. Baru sekali ini terjadi. Pura-pura tidak jadi menendang.

Atau jangan-jangan tidak pura-pura. Arnold benar-benar tidak akan jadi menendang. Tapi saat mulai meninggalkan bola ia tiba-tiba melihat peluang. Ada Origi di depan gawang. Berdiri bebas. Tidak dijaga siapa-siapa. Tidak juga Pique. Melihat itu spontan Arnold balik kucing ke bola. Menendang bola begitu saja ke arah Origi. Gol ke 4 terjadi.

Peristiwa ini akan abadi. Akan jadi pembicaraan yang tidak akan habisnya. Sepanjang sejarah nanti.
Arnold pemain yang sudah jadi bintang sejak umur 19 tahun. Menjadi penentu kegundulan Barcelona.

Tugas Liverpool berikutnya adalah bertahan. Waktu masih panjang. Masih 14 menit. Barcelona masih bisa bikin gol. Mestinya. Satu saja. Ya, satu saja. Kemenangan 4-0 Liverpool itu menjadi tidak akan ada artinya. Posisi bisa menjadi 4-4. Dan itu berarti Barcelona menang. Lantaran bisa bikin gol di kandang lawan.

Satu gol saja.
Dan itu tidak terjadi. Meski ada perpanjangan waktu 5 menit.
Nasib Barcelona. Harus tersingkir di babak semi final.
Memang seperti tidak masuk akal. Barcelona dicukur gundul 4-0 seperti tadi pagi.
Padahal tiket final sepertinya sudah di tangan. Pemain depan Barcelona sendiri, Suarez, sampai sudah bilang begini: nanti, kalau saya mencetak gol di sini, saya tidak akan melakukan selebrasi.
Itu untuk menjaga perasaan fans Liverpool. Suarez dulunya adalah bintang Liverpool. Yang pindah ke Barcelona. Saat Liverpool kalah 0-3 di Barcelona minggu lalu Suarezlah pencetak gol pertama. Suarez tahu perasaan fans Liverpool seperti saya. Dan ia merasa akan bisa cetak gol lagi di Liverpool. Berjanji tidak akan selebrasi.

Ternyata Suarez tidak berkutik. Dijaga Arnold dan Van Dijk. Dan Hendersen. Dan Matik.
Seperti juga Messi. Yang ikut tidak berkutik. Eh, sebenarnya Messi berkutik: tapi tendangannya selalu bisa diblok oleh kiper Alisson. Atau saat Messi menendang bola gawangnya kurang geser sedikit ke kiri.

Origi, pemain cadangan ini, begitu bergigi. Pembuka gol di menit ke 7 dan penutup gol tiba-tiba di menit 79 tadi.
Yang digantikannya, Mo Salah, ikut histeris. Dari tempat duduknya sebagai penonton. Dengan kaus hitam bertuliskan “Never Give UP”. Didampingi isterinya yang berjilbab kuning muda.

Salah memang masih cedera kepala. Seperti juga Firmino yang masih cedera otot paha. Tapi tanpa Salah dan Firmino ternyata baik-baik saja. Mungkin justru lebih baik. Serangan tidak hanya fokus ke Salah. Yang biasanya dijaga ketat pemain lawan.

Wijnaldum pun bisa bikin dua gol. Hanya dalam dua menit. Dari kini kedua. Pemain pengganti yang membawa kemujuran.
Awalnya L…(dahlan iskan)

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Pengusaha Terseret

ACARANYA makan siang. Dengan delapan pengusaha besar di Jakarta. Hanya makan siang. Masakan Italia. Di Shangri-La Hotel.Saya memanfaatkannya untuk survei kecil-kecilan. Saya tanya mereka
Opini

Bangga Claudia

WARTAWAN Radar Cirebon saya minta ke Grage City Mall. Ke lantai 2. Di situ ada gerai cepat saji. Namanya sangat masa kini: Pota Friend."Tutup
Opini

Produksi Garam Jeneponto Semakin Merosot

GARAM merupakan bumbu masak yang paling sering digunakan oleh ibu rumah tangga. Tidak lengkap rasanya jika suatu masakan tidak ditambahkan garam. Berbicara mengenai garam,
Opini

Putusan Ayodhya

Satu masjid.Ribuan orang tewas.Entah masih akan berapa ribu lagi.Tergantung apa yang akan terjadi berikutnya. Setelah ada putusan mahkamah agung Sabtu kemarin.Ini bukan sembarang masjid:
Opini

Ibu Kota Sepaku

SAYA ke ibu kota Indonesia. Sabtu kemarin. Setelah acara wisuda di Universitas Mulia Balikpapan.Ke sebelah mananya?Ke pinggirnya.Belum bisa ke tengahnya? Belum ada jalan ke
Opini

Ikut Ribut Tentang Cadar dan Cingkrang

WACANA melarang ASN memakai celana cingkrang dan cadar, menjadi bola panas. Sepekan sudah masalah ini jadi polemik. Berkepanjangan, digoreng sana-sini, dikomentari ragam kalangan.Padahal, aturan
Opini

Anies Baswedan dan Partai Nasdem

ANIES mengatakan bahwa dia hadir di Kongres Nasdem karena posisinya sebagai Gubernur DKI. Yang kebetulan kongres diadakan di Jakarta, maka wajarlah dia hadir. Saya sudah
Opini

Promosi dan Demosi Jabatan

MELIHAT praktik penyelenggaraan pemerintahan khususnya pemerintahan daerah, sepertinya pembinaan dan pengembangan karir dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yakni; pegawai negeri sipil atau PNS oleh
Opini

Garis Pendek, Garis Panjang

SUATU hari filsuf agung Ariestoteles masuk ke dalam kelas dan memberikan sebuah tantangan kepada murud-muridnya. Ia menggambar sebuah garis lurus di papan tulis, kemudian
Opini

Tentang Kasus Penyiraman Air Keras

BELAKANGAN ini terutama beberapa hari ini banyak sekali beredar opini seputar kasus Novel Baswedan (NB).Saya tidak mau menanggapinya. Karena itu pendapat dari para influencer.