Terkini.id, Jakarta – Aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi mengatakan bahwa di Sumatera Utara atau Sumut, banyak kafir yang tidak pernah merasa terusik dengan suara azan.
Hal ini ia sampaikan saat menanggapi video laki-laki yang disebut sebagai Gubernur Sumut yang menyerukan bahwa azan itu harus dibesarkan, bukannya malah dikecilkan.
Nicho Silalahi pun menantang Gubernur dari daerah-daerah lain untuk turut menyerukan soal azan seperti yang dilakukan Gubernur Sumut.
“Kapok ga ada harga lo di hadapan Gubernur gue, Nah Gubernur yang lain mana suaranya?” kata Nicho Silalahi melalui akun Twitter pribadinya pada Jumat, 25 Februari 2022.
“Biar lo tahu justru di Sumut banyak kafir yang ga pernah terusik dengan suara azan,” sambungnya.
- Bawaslu dan MK Disebut tidak Bisa Selesaikan Dugaan Kecurangan Pemilu, Aktivis ini Ajak Makzulkan Jokowi
- Kekayaan Nicke Widyawati jadi Sorotan, Nicho Silalahi: Yang Dilaporkan Aja Segini!
- Nicho Silalahi Ke Erick Thohir: Kalau Udah Tahu Bodoh Ya Mundur!
- Nicho Silalahi Kritik Keras Pengesahan RKUHP: Selamat Datang Orba Bertopengkan Merakyat
- Puan Maharani Hadiri Muktamar Muhammadiyah, Nicho Silalahi: Buat Apa Kalian Undang!
Bahkan, menurut Nicho Silalahi, banyak orang kafir di Sumut yang terbantu dengan adanya suara Aazan.
“Hanya setan yang jepanasan dengar suara azan. Ia gak sih?” katanya.
Adapun dalam cuitan yang dibagikan Nicho Silalahi, netizen mengunggah video disebut Gubernur Sumut yang berbicara soal azan.
“Tegas !! Gubernur Sumut : Perintahkan, Besarkan Suara Adzan, Biar Tahu Semua !! karna kalau suaranya kecil itu namanya Qomat. PAK JENDRAL MEMANG,” tulis netizen dengan nama akun @Sunset__***.
Dalam video amatir tersebut, nampak orang yang disebut sebagai Gubernur Sumut tengah berbicara di depan hadirin.
Di belakang, terdapat spanduk besar bertuliskan “Muzakarah Edisi Muharram 1440 H”.
“…. tidak adzan harus dikecilkan. Saya mohon, perintah Gubernur, untuk dibesarkan,” katanya yang kemudian disambut tepuk tangan hadirin.
Bukan hanya itu, ia juga mengatakan bahwa jika ada yang menegur, maka Gubernur akan bertanggung jawab.
Selanjutnya, ia lantas menceritakan soal pengalamannya di rumah jika pengeras suara rusak.
“Begitu sound-nya rusak, tak shalat subuh itu semua. Itu di rumah saya, apalagi di rumah yang lain,” katanya.
Ia juga lantas mengingatkan bahwa azan adalah pemangil bagi umat Islam untuk datang ke masjid.
“Kalau dia dikecilkan untuk khusus di masjid, itu qomat, bukan azan,” tegasnya.
Dilansir dari Tribun News, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memang pernah menyingung soal masalah azan dikecilkan dalam acara Muzakarah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Edisi Muharram 1440 Hijriah tingkat provinsi di Aula MUI Sumut pada Minggu, 23 September 2018.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
