Nicho Silalahi: PPKM Haram Jadah Akan Terus Diperpanjang untuk Muluskan Bisnis PCR Merampok Rakyat

Nicho Silalahi: PPKM Haram Jadah Akan Terus Diperpanjang untuk Muluskan Bisnis PCR Merampok Rakyat

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi mengomentari soal keputusan Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali.

Ia mengatakan bahwa “PPKM haram jadah” akan terus diperpanjang untuk memuluskan bisnis PCR dan merampok rakyat.

“Sudah kuduga ‘PPKM HARAM JADAH’ akan terus diperpanjang untuk memuluskan Bisnis PCR merampok rakyat,” kata Nicho Silalahi melalui akun Twitternya pada Selasa, 16 November 2021.

“Selamat menikmati dan mereka akan bersenang-senang di atas penderitaan rakyat. Masih sabar dan diam saat kalian dirampok secara sistematis?” tambahnya.

Dilansir dari VIVA, Pemerintah memutuskan memperpanjang PPKM di Jawa-Bali selama dua minggu ke depan hingga 29 November 2021.

Baca Juga

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan sikap hati-hati menyusul peningkatan kasus di Jawa-Bali dalam sepekan terakhir.

Sebagaimana dilaporkan, khusus wilayah Jawa-Bali, terdapat 29 persen kabupaten/kota yang mengalami peningkatan kasus dibandingkan minggu lalu dan 34 persen kabupaten/kota yang mengalami peningkatan orang yang dirawat dibandingkan minggu lalu.

“Kehati-hatian harus dilakukan terutama untuk menghadapi Nataru (Natal dan Tahun Baru). Saat ini indikator Google Mobility yang memantau pergerakan masyarakat di Jawa-Bali menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan di atas periode Nataru tahun lalu dan mendekati posisi periode Idul Fitri pada Mei-Juni 2021,” kata Luhut, Senin 15 November 2021.

Koordinator PPKM Jawa-Bali ini mengungkapkan bahwa dalam asesmen yang akan berlaku selama dua minggu ke depan, terdapat penambahan lima kabupaten/kota yang masuk dalam level 1 dan sebanyak 10 kabupaten/kota yang masuk dalam level 2.

Dengan demikian, jumlah keseluruhan kabupaten/kota yang masuk ke dalam level 1 menjadi 26 kabupaten/kota, level 2 menjadi 61 kabupaten/kota dan level 3 menjadi 41 kabupaten/kota.

“Terkait detail keputusan ini akan kembali dituangkan dalam Inmendagri,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan.

Ia juga meminta agar seluruh masyarakat tetap berhati-hati mengingat masih terdapat 47 persen kabupaten/kota di Jawa-Bali yang suntikan dosis pertama vaksinasi untuk lansia-nya masih di bawah 50 persen.

Bukan hanya itu, katanya, 75 persen kabupaten/kota di Jawa-Bali yang suntikan vaksinasi dosis keduanya masih di bawah 50 persen.

“Masih ada 16 kabupaten/kota di Jawa-Bali yang cakupan vaksinasi umum dan lansia dosis 1 yang masih di bawah 50 persen,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.