Rakyat Solomon Demo Pemerintah Pro-Cina, Nicho Silalahi: Rakyat Indonesia Harus Belajar dari Mereka

Rakyat Solomon Demo Pemerintah Pro-Cina, Nicho Silalahi: Rakyat Indonesia Harus Belajar dari Mereka

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Aktivis dan pegiat media sosial Indonesia, Nicho Silalahi mengomentari soal kerusuhan yang terjadi di Solomon karena kemarahan masyarakat kepada Pemerintah yang dianggap pro-Cina.

Nicho Silalahi mengatakan bahwa rakyat Indonesia harus belajar dari mereka mengenai jiwa patriotisme dan nasionalisme.

“Rakyat Indonesia harus belajar dari mereka tentang sebuah jiwa Patriotisme dan Nasionalisme,” kata Nicho Silalahi melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 27 November 2021. 

Ia menilai bahwa aneh jika masyarakat Indonesia diam dan membiarkan kekayaan negaranya dikeruk.

“Bahkan tenaga kerja pun harus impor Dari China. Ayo sudah saatnya kita bangkit melawan untuk merebut kembali hak kita,” tegas Nicho Silalahi.

Baca Juga

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa hari terakhir ini, kerusuhan terjadi di Honiara, Ibu Kota Kepulauan Solomon.

Perdana Menteri Solomo, Manasseh Sogavare pun memerintahkan lockdown pada Rabu, 24 November setelah sekitar 1000 orang berkumpul dan berunjuk rasa di Honiara.

Dilansir dari Time, Para pengunjuk rasa itu menuntut Sogavare untuk mundur dari jabatannya karena berbagai permasalahan domestik.

Pemerintah Solomon mengatakan bahwa para pengunjuk rasa sempat menerobos Gedung Parlemen dan membakar atap jerami sebuah gedung di dekatnya.

Bukan hanya itu, Pemerintah Solomon mengatakan bahwa para mengunjuk rasa juga membakar kantor polisi dan gedung-gedung lainnya.

Melihat kejadian inilah, Sogavare mengumumkan penutupan kota setelah mengatakan bahwa ia telah menyaksikan peristiwa menyedihkan dan sangat disayangkan yang bertujuan menjatuhkan pemerintahan terpilih secara demokratis.

Namun, meskipun ada pengumuman dari Kepolisian Solomonbahwa mereka akan meningkatkan patroli di Honiara srlama lockdown, para pengunjuk rasa tetap turun ke jalan pada Kamis, 25 November 2021.

Media lokal melaporkan bahwa banyak pengunjuk rasa yang berasal dari Malaita, sebuah pulau berpenghuni terbanyak di Solomon.

Sebagai catatan, Malaita dipimpin oleh Daniel Suidani yang memang berselisih dengan Sogavare yang ia nilai terlalu dekat dengan Cina.

Suidani menegaskan bahwa ia tak bertanggung jawab atas kerusuhan di Honiara, namun ia setuju dengan tuntutan agar Sogavare mundur.

Sogavare sendiri mengatakan bahwa kerusuhan ini disebabkan oleh intervensi asing terhadap keputusan Pemerintah untuk berganti aliansi dari Taiwan ke Cina.

Namun, para pengkritik mengatakan bahwa pemberontakan ini disebabkan oleh kurangnya layanan akn akuntabilitas Pemerintah, korupsi, serta bisnis-bisnis Cina yang memberikan pekerjaan kepada orang asing, bukan kepada lokal

Diketahui, para perusuh, penjarah, dan pengunjuk rasa memang memokuskan aksi mereka di Cina Town dan kawasan pusat kota.

Melihat ke belakang, Sogavare memang membuat marah banyak pihak, utamanya para pemimpin Malaita, di tahun 2019 ketika ia memutuskan hubungan diplomasi dengan Taiwan.

Para pemimpin Malaita memprotes bahwa pulau mereka telah dirampas secara tak adil dengan invastasi Pemerintah sejak saat itu.

Sogavare sendiri tetap teguh pada keputusannya untuk beraliansi dengan Cina dan menyalahkan bahwa ada “kekuatan lain” yang menyebabkan timbulnya kekerasan.

“Saya tidak akan tunduk pada siapa pun. Kami utuh, pemerintah utuh dan kami akan membela drmokrasi,” katanya.

Jurnalis lokal, Gina Kekea mengatakan bahwa keputusan Pemerintah beralih ke Cina tanpa konsultasi publik yang memadai memang adalah salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya protes.

Namun, selain itu, ada pula keluhan-keluhan soal perusahaan-perusahaan asing, utamanya Cina dan perusahaan Asia lainnya, yang tak memberikan pekerjaan ke masyarakat lokal.

Adapun Cina menyatakan keprihatinan serius terkait serangan baru-baru ini terhadap beberapa warga dan institusi Cina.

“Kami percaya bahwa di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Sogavare, pemerintah Kepulauan Solomon dapat memulihkan ketertiban dan stabilitas sosial sesegera mungkin,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Zhao Lijian, Kamis.

Ia juga mengatakan bahwa kerja sama ekonomi dan lainnya sejak terjalinnya hubungan diplomatik telah menguntungkan kedua belah pihak.

“Setiap upaya untuk merusak perkembangan normal hubungan Cina-Solomon adalah upaya yang sia-sia,” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.