Terkini.id, Jakarta – Aktivis, Nicho Silalahi menanggapi Ketua DPR, Puan Maharani yang meminta masyarakat untuk jangan memilih pemimpin yang hanya bermodal ganteng dan tidak bisa bekerja.
Nicho Silalahi menyinggung mengapa dulu Puan Maharani justru menyarankan memilih pemimpin cungkring berpenampilan sederhana yang keluar dari gorong-gorong.
Ia menyinggung bahwa “pemimpin cungkring” ini menghasilkan utang negara yang ugal-ugalan, sibuk pencitraan, dan setiap ocehannya menambah daftar penderita rakyat.
Hal ini disinggung Nicho Silalahi melalui akun Twitter pribadinya,@Nicho_Silalahi pada Jumat, 29 April 2022.
“Kalau memilih pemimpin cungkring dengan penampilan sederhana keluar dari gorong-gorong tapi malah menghasilkan utang negara yang ugal-ugalan dan dia sibuk pencitraan namun setiap ocehannya malah menambah daftar penderita rakyat kok dulu Tante Puan Maharani sarankan?” katanya.
- Bawaslu dan MK Disebut tidak Bisa Selesaikan Dugaan Kecurangan Pemilu, Aktivis ini Ajak Makzulkan Jokowi
- Kekayaan Nicke Widyawati jadi Sorotan, Nicho Silalahi: Yang Dilaporkan Aja Segini!
- Nicho Silalahi Ke Erick Thohir: Kalau Udah Tahu Bodoh Ya Mundur!
- Nicho Silalahi Kritik Keras Pengesahan RKUHP: Selamat Datang Orba Bertopengkan Merakyat
- Puan Maharani Hadiri Muktamar Muhammadiyah, Nicho Silalahi: Buat Apa Kalian Undang!
Sebelumnya, Puan Maharani membuat gempar usai meminta warga tidak memilih pemimpin yang ganteng, sering muncul di medsos, tapi tidak bisa bekerja.
Adapun pernyataan ini disampaikan Puan Maharani saat memberikan sambutan di depan DPC PDIP Wonogiri pada Selasa, 26 April 2022.
Ketua DPP PDIP ini awalnya berbicara terkait kriteria pemimpin Indonesia yang baik untuk dipilih.
Ia meminta masyarakat untuk memilih orang yang betul-betul mencintai Indonesia serta dukung orang yang memang mau bergotong-royong membangun bangsa ini bersama.
“Kenapa saya ngomong ini? Kadang-kadang sekarang kita ini suka ‘yo wes lah dia saja asal ganteng, dia saja yang dipilih asal bukan perempuan, yo wes dia saja walau nggak iso opo-opo tapi yang penting dia itu kalau di socmed, di TV itu nyenengin’, tapi kemudian nggak bisa kerja, nggak deket rakyat,” ujarnya.
Pernyataan Puan Maharani ini mengundang berbagai asumsi dari berbagai pihak soal siapa yang ia singgung.
Ketua Bappilu Partai PDIP, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul menduga Puan menyinggung Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.
“Pastinya saya kurang paham, mungkin mengacu pada Presiden Ukraina,” kata Bambang Pacul.
Sementaram, Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai Puan tengah menyindir Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; Gubernu DKI Jakarta. Anies Baswedan; Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY); dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.
“Sindiran Puan menyasar 2 hal sekaligus. Pertama soal capres ganteng itu bisa Ganjar, Sandi, Anies, dan AHY. Empat orang ini menurut penilaian publik masuk kategori ganteng,” kata Adi saat dihubungi.
“Puan ingin tegaskan untuk urusan capres jangan hanya lihat fisik, tapi lihat rekam jejaknya. Ini kritik bagus agar siapapun yang mau maju harus pamer kinerja ke rakyat. Kita tinggal nunggu sindiran balik capres yang merasa ganteng seperti apa,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Bakomstra Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra meyakini bahwa sindiran pemimpin ganteng tapi tidak bisa kerja bukan untuk AHY.
“Soalnya, Ketum AHY kan ganteng, cerdas, berprestasi, dan merakyat, bukan asal ganteng. Dia lulusan S2 Harvard, Webster University Amerika, dan Nanyang Technology University Singapura. Lulusan terbaik Akmil dan lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara. Sekarang Ketua Umum Partai Demokrat yang memimpin ribuan anggota Dewan dan kepala daerah kader Demokrat,” jelas Herzaky.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
