Nikah Saat Corona, Ijab Kabul Pasangan Ini Disaksikan Orang Tua Lewat Video Call

Nikah Corona
Pasangan mempelai Hendartyo Hanggi dan Sevtin Heisha nikah saat pandemi Corona. (Foto: Instagram)

Terkini.id, Bali – Pasangan mempelai Hendartyo Hanggi dan Sevtin Heisha Martika baru saja melangsungkan pernikahannya di tengah-tengah wabah Corona (COVID-19).

Keduanya melangsungkan ijab kabul pada Jumat, 3 April 2020, di Kantor Urusan Agama (KUA) Tebet, Jakarta Selatan.

Namun, pasangan ini terpaksa melangsungkan akad nikah tanpa kehadiran orang tua mempelai wanita.

Pasalnya, pengurusan tiket pesawat untuk orang tua mempelai wanita yang berada di Bali dibatalkan akibat pandemi Corona.

Alhasil, orang tua mempelai wanita hanya bisa menyaksikan akad nikah anaknya lewat video call.

Baca juga:

“Jadi rencananya gue mau nikah di Bali 5 April 2020. Alasannya, karena memang istri KTP Bali dan orang tuanya tinggal di sana,” ujar mempelai pria Hendartyo dikutip dari Kumparan, Minggu, 5 April 2020.

Pernikahannya tersebut, kata Hendartyo, telah dipersiapkan sejak awal Maret 2020.

“Pertengahan Maret beberapa keluarga sudah mulai cemas karena pusat penyebaran COVID-19di Jakarta. Saat itu timbul opsi menunda resepsi pernikahan,” ujarnya.

Saat berkonsultasi dengan pihak KUA Sokowati Bali, Hendartyo mendapat saran untuk melangsungkan ijab kabul di Jakarta.

“Saar itu ada ide bagus dari dia (Kepala KUA Sukowati) untuk gue nikah di Jakarta aja. Hal itu karena melihat juga istri, Sevtin, lokasi tinggal dan kerja di Jakarta,” ungkapnya.

Pada akhirnya, KUA Sukowati membantu pengurusan persuratan agar mempelai ini bisa menikah di Jakarta.

Pihak KUA Sukowati juga memberi pilihan agar ayah dari mempelai perempuan memberikan kuasa agar wali nikahnya diwakilkan Kepala KUA Tebet.

“KUA Tebet memberi opsi agar nikah gue berlangsung pada 3 April. Kami setuju, dan nikahlah kemarin,” ujar Hendartyo.

Saat ijab kabul berlangsung, orang tua mempelai wanita, Sevtin, ikut menyaksikan dan berinteraksi kepada kedua mempelai melalui video call.

“Karena saat itu orang tua yang harus hadir, justru minta maaf karena tidak bisa hadir langsung. Kami juga sedih tidak bisa sungkem langsung terutama ke orang tua istri,” kata Hendartyo.

Ketika prosesi ijab kabul berlangsung, kedua mempelai diwajibkan memakai masker dan sarung tangan. Selain itu, tamu di acara tersebut juga dibatasi.

Komentar

Rekomendasi

Dukung Pengembangan Objek Wisata Mangrove Lantebung, Yusran: Kita Ajak Dunia Perbankan

Fachrul Razi: New Normal, Rumah Ibadah Wajib Kantongi Surat Bebas Covid-19

Hanya Andalkan Satu Tangan, Kakek Penjual Balon Ini Tetap Semangat Mengais Rejeki

Wah Kabar Baik, Pasien Sembuh Covid-19 Tembus Angka Tujuh Ribuan

Berikut Surat Edaran Kemenag Soal Aturan Kegiatan di Rumah Ibadah Jelang New Normal

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar