Nilai Perlakuan Moeldoko Tidak Terpuji, SBY: Ia Tega, dengan Darah Dingin Melakukan Kudeta Demokrat

Terkini.id, Jakarta – Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat mengatakan bahwa Moeldoko dengan teganya melakukan kudeta.

“Memang banyak yang tercengang, banyak yang tidak percaya bahwa KSP Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam benar-benar tega. Dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini,” kata SBY saat jumpa pers, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat 5 Maret 2021.

Dia juga menilai bahwa apa yang dilakukan Moeldoko sangat tidak terpuji.

Baca Juga: Tanggapi Soal Persiapan Reuni 212, Ferdinand Hutahaean: Semakin Buktikan Bahwa...

“Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji, jauh dari sikap kesatria dan nilai-nilai moral,” ungkap SBY.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa dia merasa bersalah pernah memberi amanah kepada Moeldoko menjadi Panglima TNI saat ia menjabat menjadi Presiden RI.

Baca Juga: Anggota Parlemen AS Muslim Dihina Koleganya, Disebut Pelaku Bom Bunuh...

“Termasuk rasa malu, dan rasa bersalah saya, yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya mohon ampun ke hadirat Allah SWT,” ujarnya.

Diketahui bahwa Moeldoko dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang diselenggarakan di Deli Serdang, Sumatera Utara ditetapkan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025.

“Menimbang dan seterusnya, memperhatikan dan seterusnya, menetapkan Jenderal (Purn) DR Moeldoko sebagai Ketua Umum DPP Demokrat hasil kongres luar biasa periode 2021-2025,” ujar Jhoni Allen, selaku pimpinan sidang, Jumat, 5 Maret 2021.

Baca Juga: Anggota Parlemen AS Muslim Dihina Koleganya, Disebut Pelaku Bom Bunuh...

Moeldoko menggantikan posisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat.

Kongres ini disebut kongres bodong dan ilegal oleh pihak Demorat karena tak mengantongi izin SBY selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Oleh karena itu, AHY meminta kepada Presiden Joko Widodo dan Menkumham Yasonna Laoly untuk tidak mengesahkan hasil KLB di Sumut itu.

“Saya minta dengan hormat kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk tidak memberikan legitimasi kepada KLB Ilegal,” pintanya.

Bagikan