Terkini.id, Makassar – Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah warga melakukan aksi tutup jalan saat petugas medis datang untuk melakukan rapid test massal viral di media sosial, Minggu, 7 Juni 2020.
Dalam video tersebut, tampak sebuah mobil ambulans tenaga medis terparkir di sebuah jalanan pemukiman warga.
Dalam video itu, seorang tenaga medis berpakaian APD juga tampak terlihat berjalan mendatangi warga.
Sementara puluhan warga sekitar terdengar berteriak kepada tenaga medis itu.
Adapun jalanan warga tersebut terlihat dipalang dengan menggunakan sebuah bambu.
- Pemerintah Lewat Kemenkes Resmi Tetapkan Tarif Tes Rapid Antigen, Ini Harganya
- Tak Bisa Tolak Kedatangan Tamu Usai Dilantik, Danny-Fatma Siapkan Rapid Test
- Putus Penularan Covid-19 Kodim 0311 Pessel Gelar Rapid Test
- Garuda Indonesia Gandeng Pemprov Sulsel Sediakan Rapid Antigen Gratis
- Minimalisir Paparan Covid-19, Yonkav 6 Naga Karimata Laksanakan Kegiatan Rapid Tes
Pada slide akhir video, tempak beberapa jalanan lorong pemukiman warga ditutup.
Warga sekitar pun menuliskan sebuah spanduk yang isinya mereka menolak di rapid test.
“Tolak Rapid Tesk,” demikian tertulis di spanduk warga yang dipasang di depan lorong.
“Warga Parang Layang menolak Rapid Test Covid-19. Menerima Sembako,” tulis spanduk lainnya.
“Kami menolak Rapid Test Covid-19,” tulisnya lagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa dalam video viral itu terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Warga dalam video tersebut disebutkan menolak rapid test massal lantaran menilai hasil rapid test tidak akurat dan sering salah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Tim Gugus Tugas Covid-19 setempat terkait aksi penolakan warga dalam video itu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
