Pemerintah Lewat Kemenkes Resmi Tetapkan Tarif Tes Rapid Antigen, Ini Harganya

Terkini.id, Makassar – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi menetapkan tarif atas pemeriksaan rapid diagnostic test antigen menjadi Rp 99 ribu di pulau Jawa-Bali, dan untuk daerah lainnya harga tertinggi Rp 109 ribu.

Penetapan harga ini merupakan hasil evaluasi terhadap Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan HK.02.02/1/4611/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Tes Antigen Swab, yang sudah berlangsung hampir satu tahun lamanya.

“Setelah kami evaluasi bahwa, batas tarif tertinggi pemeriksaan rapid diagnostik antigen diturunkan menjadi Rp99 ribu untuk wilayah Jawa dan Bali, serta sebesar Rp 109 ribu untuk luar pulau Jawa dan Bali,” terang Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI Prof.dr. Abdul Kadir,Ph.D, Sp.THT-KL(K), MARS saat konferensi pers, Rabu, 1 September 2021 seperti dilansir Suaracom.

Baca Juga: Waspada Hepatitis Misterius! Tiga Pasien Anak RSCM Meninggal Karena Dugaan...

Penetapan harga ini juga sudah meliputi komponen jasa pelayanan atau SDM, reagen, barang habis pakai, biaya adimistrasi, dan biaya lainnya. Barang habis pakai yang dimaksud seperti alat kit rapid antigen, sarung tangan, masker hingga alat pelindung diri (APD) yang dikenakan petugas pemeriksa sampel.

Selanjutnya Prof Abdul Kadir juga mengimbau petugas dinas kesehatan (dinkes) daerah provinsi, kota dan kabupaten untuk mengawasi dan memastikan penerapan batasan tarif tertinggi pemeriksaan rapid antigen tersebut, di fasilitas kesehatan seperti klinik, laboratorium, hingga rumah sakit.

Baca Juga: Pemerintah Menetapkan Perayaan 1 Syawal 1443 H/2022 tanggal 2 Mei,...

“Kami meminta kepada semua dinas kesehatan daerah provinsi kabupaten kota untuk lakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemeberlakuan pelaksanaan batasan tarif tertinggi, rapid diagnosis antigen sesuai kewenangan masing-masing,” ungkap Prof Abdul Kadir.

Penurunan harga tertinggi rapid antigen ini disebabkan oleh harga bahan baku pemeriksaan yang sudah jauh lebih murah, juga berkat keberadaan alat rapid antigen buatan dalam negeri. Sehingga, kata Prof Abdul Kadir tidak menutup kemungkinan harga batasan tertinggi ini akan dilakukan evaluasi di kemudian hari, bahkan bisa ditekan jadi lebih murah lagi

“Tarif ini juga akan ditinjau ulang secara berkala, sesuai kebutuhan dan perkembangan pasar,” pungkas Prof Abdul Kadir.

Bagikan