Oleh: Herman Kajang
BOHE Amma (Amma Toa) dan Labbiria (Karaeng Kajang) mungkin hari ini sedang merana.
Apa Sebab? Pernyataan seseorang dalam sambutan pengukuhan Kerukunan Keluarga Besar Karaeng Lembang (KKBKL) di Lapangan Desa Lembang Lohe Kecamatan Kajang pada 7 September 2024 lalu telah beredar luas di masyarakat.
Sebuah pernyataan yang mengagetkan semua pihak terutama masyarakat adat Kajang.
Dilontarkan pada sebuah acara yang sarat dengan simbol-simbol adat.
- PMSM SulSel Dorong Transformasi Kepemimpinan lewat Coaching Culture di HR Meet and Talk 2026
- Melayani Tanpa Batas Waktu, Disdukcapil Jeneponto Buka Layanan di Hari Libur, Terbitkan 119 Dokumen
- Korban Penganiayaan di Tamalatea Terbaring Lemas, Diduga Pelaku Lebih dari 1 Orang, Kapolsek Bilang ini
- Kuliah Umum Prodi MHU UIN Alauddin Makassar Hadirkan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI
- Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Sulawesi untuk Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Saat Long Weekend
Apa pernyataan Dewan Kehormatan KKBKL Syamsu Rijal dalam sambutannya?
“Tidak ada Labbiria di Kajang, yang ada hanya Camat”. Demikian sepenggal kalimat yang dilontarkan secara berapi-api di atas podium.
Labbiria adalah salah satu pemangku adat dalam sistem pemerintahan adat di Kajang yang disebut dengan Ada’ Limayya, Karaeng Tallua.
Dalam sistem pemerintahan adat, Ada’ Limayya Karaeng Tallua dipimpin langsung oleh Amma Toa.
Ia bagian dari Karaeng Tallua bersama dengan dua lainnya yakni Moncongbuloa dan Sullehatang. Oleh karena jabatannya itulah, penunjukan Camat di Kajang tidak serampangan dilakukan oleh Pemerintah Daerah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
