Novel Baswedan Terima Tawaran Jadi ASN Polri, DS Singgung soal Prinsip: Jenggot Doang Panjang

Novel Baswedan Terima Tawaran Jadi ASN Polri, DS Singgung soal Prinsip: Jenggot Doang Panjang

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar (DS) mengomentari soal eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan yang menerima tawaran menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Polri.

Ia membandingkan sikap Novel Baswedan tersebut dengan sikap eks pegawai KPK lainnya, Tata Khoiriyah yang menolak tawaran jadi ASN Polri tersebut.

Denny Siregar menyinggung bahwa dari perbedaan sikap keduanya, terlihat mana yang memiliki prinsip dan mana yang hanya ingin gaji.

“Terlihat mana yang punya prinsip dan mana yang pengen dapat slip,” kata Denny Siregar melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa, 7 Desember 2021.

“Jenggot doang panjang, hati mah ‘alah mak jangggg..’,” tambahnya.

Baca Juga

Sebagaimana diketahui, para eks pegawai KPK yang dipecat karena tak lulus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) kini diangkat menjadi ASN Polri.

Dari 57 pegawai KPK, Novel Baswedan termasuk yang menerima tawaran Kapolri untuk menjadi ASN Polri.

Melalui akun Twitter resminya, Novel Baswedan mengemukakan hal tersebut sekaligus alasannya menerima.

“Prihatin dengan korupsi yang banyak dan masif, ditambah dengan kondisi KPK yang makin tidak dipercaya publik karena Pimpiminan KPK bermasalah,” kata Novel pada Senin, 6 Desember 2021.

“Saat Kapolri memberi kesempatan untuk ikut berkontribusi memberantas korupsi bidang pencegahan, maka saya dan sebagian besar IM57 menerima,” sambungnya.

Namun, tidak semua eks pegawai KPK menerima tawaran dari Kapolri tersebut. Salah satu yang menolak adalah Tata Khoiriyah.

“Setelah saya diskusikan dengan keluarga dan org terdekat, tidak lupa minta petunjuk Allah, saya memutuskan untuk tidak mengambil tawaran tersebut,” katanya pada Senin melalui akun Twitter pribadinya.

Kendati menolak, Tata mengaku tetap senang dengan tawaran menjadi ASN Polri tersebut dan mendukung rekan-rekannya yang mengambil.

Baginya, tawaran itu mematahkan label “merah” dan tidak bisa dibina yang disematkan pimpinan KPK, Alexander Marwata dan BKN.

Kedua, Tata juga menilai tawaran itu memperjelas bahwa Pimpinan KPK memang niatnya maunya menyingkirkan 57 orang.

“Polri saja mau membina dan angkat jadi ASN,” kata Tata Khoiriyah.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.