Nupur Sharma Hina Nabi Muhammad, Dewan Imam Nasional Australia Kecam Tindakan Tersebut

Nupur Sharma Hina Nabi Muhammad, Dewan Imam Nasional Australia Kecam Tindakan Tersebut

R
Muhammad NurFazri
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Dewan Imam Nasional Australia (ANIC) kecam tindakan Nupur Sharma, juru bicara resmi Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party menghina Nabi Muhammad SAW.

Dilansir melalui halaman resmi Dewan Imam Nasional Australia atau Australian National Imams Council (ANIC) https://www.anic.org.au/ pada Kamis 9 Juni 2022, menuliskan pernyataan publik atas hinaan yang dilontarkan oleh Nupur Sharma terhadap Nabi Muhammad SAW.

Dalam pernyataan tersebut, ANIC mengatakan dengan tegas atas gangguan komentar menghina baru-baru ini yang dibuat di India terhadap Nabi Muhammad SAW.

Berikut isi lengkap pernyataan tersebut.

PUBLIC STATEMENT
(Pernyataan Publik)

Baca Juga

ANIC is Deeply Disturbed By Recent Derogatory Comments
Made in India Against the Prophet Muhammad,
(Peace and Blessings of Allah be upon him)

(ANIC Sangat Terganggu Dengan Komentar Menghina Terbaru
Dibuat di India Melawan Nabi Muhammad,
(Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepadanya).

(Dewan Imam Nasional Australia sangat terganggu oleh komentar menghina baru-baru ini yang dibuat di India terhadap Nabi Muhammad, damai dan berkah Allah besertanya.)

The Australian National Imams Council is deeply disturbed by recent derogatory comments made
in India against the Prophet Muhammad, peace and blessings of Allah be upon him.

(Dewan Imam Nasional Australia sangat terganggu oleh komentar menghina baru-baru ini yang dibuat di India terhadap Nabi Muhammad, damai dan berkah Allah besertanya.)

Nupur Sharma, who was the official spokesperson of the Hindu nationalist Bharatiya Janata Party
(BJP) made the remark in a televised debate last month, and videos of her statement have gone
viral. Naveen Jindal, who was media head of the party’s Delhi unit, had also posted a provocative
tweet on the issue.

(Nupur Sharma, yang merupakan juru bicara resmi Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata
(BJP) membuat pernyataan itu dalam debat yang disiarkan televisi bulan lalu, dan video pernyataannya telah hilang
virus. Naveen Jindal, yang merupakan kepala media dari unit partai Delhi, juga memposting provokatif
tweet tentang masalah ini).

Although the two Indian leaders have issued public apologies and the party has suspended Ms
Sharma and expelled Mr Jindal, the fact that such comments can be made in public is indicative of
a toxic environment that seeks to denigrate highly esteemed and sacred religious symbols to not
only Muslims, but people of any faith.

(Meskipun kedua pemimpin India telah mengeluarkan permintaan maaf publik dan partai telah menangguhkan Ms .
Sharma dan mengusir Tuan Jindal, fakta bahwa komentar seperti itu dapat dibuat di depan umum adalah indikasi dari
lingkungan beracun yang berusaha merendahkan simbol-simbol agama yang sangat dihormati dan suci untuk tidak
hanya Muslim, tetapi orang-orang dari agama apa pun).

The Prophet Muhammad, peace and blessings of Allah be upon him, is revered by 1.9 billion
Muslims worldwide, with more than 200 million Muslims living in India and over 231 million
Muslims in Indonesia – one of Australia’s closest and most important neighbours.

(Nabi Muhammad, damai dan berkah Allah besertanya, dihormati oleh 1,9 miliar
Muslim di seluruh dunia, dengan lebih dari 200 juta Muslim tinggal di India dan lebih dari 231 juta
Muslim di Indonesia – salah satu tetangga terdekat dan terpenting Australia).

Islamic theology upholds that all Prophets and Messengers of Allah (God), from Adam up to and
including Abraham, Moses, Jesus and Muhammad, peace be upon them all, must be held in the
highest status and referred to with utmost reverence.

(Teologi Islam menjunjung tinggi bahwa semua Nabi dan Rasul Allah (Tuhan), dari Adam sampai dan
termasuk Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad, saw, harus diadakan di
status tertinggi dan dirujuk dengan sangat hormat).

The member Imams and Scholars of ANIC say unequivocally and without hesitation:
“The Prophet Muhammad, peace and blessings of Allah be upon him, was sent by Allah
(God) as a mercy to all creatures. His personality and character is not to be disrespected.
An insult hurled towards his noble self is a grave insult and offence to all Imams and
Muslims around the world.”

(Anggota Imam dan Cendekiawan ANIC mengatakan dengan tegas dan tanpa ragu-ragu:
“Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT
(Tuhan) sebagai rahmat bagi semua makhluk. Kepribadian dan karakternya tidak bisa diremehkan.
Penghinaan yang dilontarkan terhadap dirinya yang mulia adalah penghinaan dan pelanggaran berat bagi semua Imam dan
Muslim di seluruh dunia.”).

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.