Terkini.id, Jakarta – Literasi keuangan yang jauh lebih rendah dari tingkat inklusi nasional, dinyatakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengakibatkan banyak masyarakat Indonesia tidak memahami kejelasan produk keuangan yang akan digunakan.
Dilansir dari media Kompas, jika Dewan Komisioner Bidang perlindungan Konsumen OJK Tirta mengatakan bahwa adanya jarak tingkat literasi dan inklusi keuangan menyebabkan kerugian yang tinggi akibat mengikuti tren investasi.
Khususnya generasi muda saat ini memiliki kecenderungan untuk mengikuti langkah investasi yang dilakukan idolanya atau influencer, menurut Dewan Komisioner Bidang perlindungan Konsumen OJK Tirta.
Saat gelaran Indonesia Financial Expo & Forum (IFEF) 2021 yang digelar Kontan, Senin 27 September 2021. Tirta mengatakan “Banyak didapati mereka yang mengalami kerugian karena terperdaya janji manis yang dilontarkan influencer ketika berinvestasi”.
“Ini mengapa pentingnya literasi keuangan bagi generasi milennial dan pemuda sangat penting” Tambahnya.
- Pj Gubernur Sulsel Buka Puasa Bersama dengan Influencer dan Konten Kreator Sulsel
- Tasyi Athasyia dan Suami Lakukan Kembali Klarifikasi, Ungkap Kebenaran Tentang Tasya Farasya
- Berkurban pada Hari Raya Idul Adha, Sapi Milik Influencer Cantik Ini Sempat Kabur Hingga ke Perumahan Elit
- Tak Terima Uang Sepeserpun, ACT Sebut Ustaz Hilmi Hanya Influencer
- Pemkot Palopo Buka Rekrutmen Influencer, Daftar di Sini
Adapun tingkat literasi yang dikutip dari media Kompas, rentang usia 26 – 35 tahun berada di atas rata-rata nasional sebesar 48 persen. Namun, angka ini masih jauh di bawah tingkat inklusi dalam rentang usia tersebut yakni 82 persen.
Untuk mengatasi fenomena ini, OJK terus fokus melakukan edukasi terkait literasi keuangan terhadap masyarakat Indonesia. Di tengah pandemi, OJK juga memanfaatkan platform digital untuk memudahkan cangkupan edukasi masyarakat terkait keuangan.
Melansir laman Katadata, jika investasi di masa pandemi juga sangat tinggi mengingat kalangan anak muda generasi milenial dan Z semakin meningkat.
Jumlah investor pasar modal berdasarkan Investor Identification (SID) yang dikutip dari laman Katadata, kelompok investor berusia di bawah 30 tahun atau generasi Z mendominasi pasar modal sebanyak 1, 46 juta orang atau 46,75 persen dari total SID sebanyak 3, 14 juta pada akhir Agutus 2020 lalu.
Akses informasi yang lebih mudah dan tergiur dengan keuangan membuat generasi muda saat ini kurang bisa membaca pasar, akses informasi yang semakin mudah juga mendorong minat investor pemula untuk berbagi pelatihan investasi online yang menjamur dan membuat anak muda melek investasi.
referensi :
https://money.kompas.com/read/2021/09/27/122354626/ojk-banyak-anak-muda-alami-rugi-saat-investasi-karena-teperdaya-janji-manis
https://katadata.co.id/yuliawati/indepth/5f6d89232aca8/gen-z-menguasai-pasar-modal-mengais-cuan-di-tengah-pandemi-corona
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
