Kekhawatiran ini semakin mencuat mengingat Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simandjuntak sebelumnya telah memberikan arahan jelas mengenai netralitas TNI dalam Pilkada Serentak 2024.
Tindakan seorang individu dianggap dapat mencederai upaya kolektif institusi militer dalam menjaga jarak dari politik praktis.
Tim Hukum INIMI DiA berencana melaporkan kasus ini ke Bawaslu Kota Makassar dan Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, laporan juga akan disampaikan kepada Pangdam XIV/Hasanuddin dengan harapan institusi militer dapat bertindak cepat dan tegas.
“Kami berharap Pangdam dan institusi TNI dapat menjamin bahwa kejadian ini adalah pengecualian dan bukan pola,” kata Akhmad. Ia juga menyebut bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk membawa isu ini langsung kepada Kepala Staf Angkatan Darat.
Panggilan untuk Netralitas Kolektif
- Perempuan Penentu Peradaban: Pilar Utama Pencetak Generasi Gemilang
- Buka Turnamen Walikota Cup 2026, Wali Kota Makassar Munafri Tekankan Pembinaan Atlet Sepak Bola Berkelanjutan
- Klinik Gigi Daengtisia Gelar Pelatihan Gigi Palsu dengan Dukungan dari PDGI Makassar dan Prodi Prostodonsi FKG UNHAS
- Rayakan HUT ke-80, BNI Tebar Promo hingga Rp8 Juta untuk Nasabah
- Pedagang Es Kelapa Muda Rotterdam Pindah ke Depan Pasar Kampung Baru, Lebih Nyaman
Di tengah persiapan Pilkada yang semakin intens, seruan untuk menjaga netralitas tidak hanya ditujukan kepada TNI, tetapi juga kepada seluruh pejabat ASN dan Polri.
“Netralitas bukan hanya aturan hukum; ini adalah prinsip moral dalam demokrasi. Jika aparat negara melibatkan diri dalam politik praktis, maka kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilu bisa runtuh,” tegas Akhmad.
Kasus ini kini menjadi ujian besar bagi Bawaslu dan lembaga terkait untuk menunjukkan komitmen mereka dalam menegakkan keadilan pemilu.
Sementara itu, perhatian publik terus mengarah pada bagaimana TNI akan merespons dugaan pelanggaran yang berpotensi mengguncang keyakinan terhadap netralitas institusinya.
Dengan atmosfer politik yang semakin memanas, satu hal menjadi jelas: demokrasi Indonesia membutuhkan institusi-institusi yang tidak hanya netral tetapi juga terlihat netral, terutama ketika taruhan politik begitu tinggi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
