Opini: Membela Rasulullah SAW Adalah Bukti Cintamu Pada-Nya

Opini: Membela Rasulullah SAW Adalah Bukti Cintamu Pada-Nya

R
Rianti
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.Id, Makassar- Isu penghinaan terhadap Nabiyullah Muhammad SAW yang dilakukan oleh Gus Muwafiq masih menjadi pembahasan hangat dikalangan para penulis. Baik dari pembela Nabi maupun pembela muwafiq dan mereka saling melontarkan pembelaannya.

Ada hal yang membuat gregetan pada diri saya, pasalnya tersebar tulisan yang dimuat oleh media online ” Times Indonesia” oleh Ahmad Dahri seorang santri di pesantren luhur Baitul hikmah dan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Filsafat ( STF) Al Farabi malang. Dengan Sombongnya , Ahmad Dahri menyatakan bahwa mereka yang membela Nabi sabagai sikap separatis terhadap Muwafiq.

Tentunya pernyataan ini sangat ngawur dan tidak masuk akal. Apa yang dilakukan seorang muslim untuk membela Nabi adalah hal yang wajar bahkan suatu kewajiban. Sebab Rosulullah SAW adalah panutan hidupnya. Di mana setiap muslim berharap banyak atas syafaatnya di yaumul hisab.

Selain itu Rosululloh SAW adalah kekasih Allah SWT yang Allah SWT memberi keistimewaan pada diri Nabiyullah Muhammad SAW. Perlu kita ketahui bahwa keistimewaan ini tidak didapatkan pada nabi dan Rasul lainya. Sebagaimana yang terdapat pada kitab Nashoikul Ibad Bab 5 Maqola 8 halaman 29 versi kitab kuning.

“Sesungguhnya Allah memuliakan NabiNya, yaitu Muhammad SAW. Dengan lima kemuliaan yaitu : Dia memuliakannya dengan nama , jasmani, pemberian, kesalahan, dan keridhaan. Kemuliaan dengan nama adalah Dia menyebutnya sengan sebutan Rasul, tidak dengan namanya, sebagaimana Dia menyeru Nabi Nabi yang lain , seperti Adam, Nuh, Ibrahim, dan lain sebagainya. Kemuliaan dengan jasmani adalah apabila Nabi Muhammad SAW. Memohon sesuatu maka Dia mengabulkannya secara langsung dan hal itu tidak Dia lakukan kepada Nabi yang lain. Kemuliaan dengan pemberian adalah Dia memberi kepadanya tanpa permintaan darinya. Kemuliaan dengan kesalahan adalah Dia telah memaafkannya sebelum berbuat dosa. Dan kemuliaan dengan keridhaan adalah Dia tidak menolak fidyah, sedekah, dan nafkahnya, sebagaimana Dia menolak itu dari Nabi Nabi yang lain. (Adam, Nuh dan Ibrahim) “

Baca Juga

Keterangan :

Adapun yang dimaksud dengan Ridha ialah bahwa Allah tidak akan menolak Nabi Muhammad pada Fidyahnya, sedekahnya dan Allah pernah menolaknya kepada Nabi yang lain. (Syarah dari kitab nashoikul Ibad oleh ustad Qomaruddin Ibnu Ali)

Maka hal yang wajar jika umat Islam marah sebab orang yang dicintai, diagungkan dan diyakini memberikan syafaat sedang di hina. Justru orang yang tidak marah atas penghinaan yang dialami Nabiyullah Muhammad SAW dipertanyakan keimanan dan keislamannya.

Lalu, alasan apa yang membuat kalian membela sipenista Nabi, apakah fulus, atau alasan ashobiyyah. hingga kalian mengannggap para pembela Nabi sebagai kaum separatisme. Seolah – olah membela nabi disamakan dengan orang bersenjata untuk melawan. Jelas Anggapan tersebut merupakan Anggapan yang salah dan merupakan Kegagalan berfikir sehingga hanya asal menyebut saja.

Jika memang fulus yang menjadi alasan, maka tergolonglah kalian sebagai orang munafik yang telah menjual akhirat dengan kesenangan duniawi yang sesaat. Atau ashobiyyah yang bangga dengan sosok panutannya. Tentu hal ini sesuatu kesalahan dalam bersikap yang menjuruskan kedalam neraka. bukankan orang yang mati karena ashobiyyah sama halnya mati dalam kejahiliyahan.

Maka yang pantas bagi seorang muslim sejati adalah membelanya atas kemuliaan yang kini dihinakan, keagunganya yang dinistakan dan ajaran yang dihapus. Semoga apa yang kita lakukan untuk membela Beliau menjadi bukti cinta kepada Rasulullah SAW untuk mendapatkan cinta hakiki sebagai wasilah mendapatkan syafaat Beliau.[]

Citizen:M. Azzam Al Fatih

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.