Terkini.id, Makassar – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar Irwan Adnan menegaskan akan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menerapkan sistem Zona Nilai Tanah (ZNT).
“Kita akan terapkan sistem ZNT dan akan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN),” kata Irwan saat ditemui di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Selasa, 9 April 2019.
Irwan menyebut sudah menyusun segala kelengkapan yang dibutuhkan dalam menerapkan ZNT. Namun, kata dia, perlu sinkronisasi data dengan BPN.
Irwan beralasan bahwa sistem Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang selama ini dibicarakan, memiliki kekurangan dalam melakukan percepatan peningkatan pendapatan daerah.
Salah satu persoalannya, kata Irwan, terkait besaran nilai transaksi peralihan hak atas tanah maupun bangunan.
- DPRD Mamasa Pelajari Tata Kelola Pajak dan Retribusi di Bapenda Makassar
- TP2DD Makassar 2026: Digitalisasi Jadi Strategi Utama Dongkrak PAD
- Kepala Bapenda Makassar Dampingi Wali Kota Serahkan LKPD 2025 ke BPK Sulsel
- Bapenda Makassar Ambil Bagian di Musrenbang RKPD 2027, Perkuat Dukungan untuk Pembangunan Kota
- Bapenda Makassar Jadi Rujukan, BPKAD Merauke Datang Belajar Optimalisasi PAD
“Bisa dibilang kalau sistem NJOP itu hanya Tuhan dan yang bertransaksi yang tahu persoalan nilainya,” terang Irwan.
Irwan soroti kawasan bisnis di Panakkukang
Berdasarkan hasil pengamatannya selama ini, Irwan mulai menyoroti kawasan bisnis dan pengembangan bisnis memiliki valuasi yang besar dalam ZNT, salah satunya wilayah Panakkukang.
“Yang paling besar itu seperti Panakkukang, yang penting kawasan bisnis atau Central Business Development (CDB) itu cukup tinggi,” pungkasnya.
Irwan berharap, pengaturan nilai tanah berdasarkan zonasi ini mampu meningkatkan penerimaan asli daerah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
