Masuk

Orang Tua Bharada E: Pak Sambo Harus Bertanggung Jawab, Jangan Dikorbankan Anak Saya

Komentar

Terkini.id, JakartaOrang tua Richard Eliezer alias Bharada E, Sunandag Junus Lumiu dan Rynecke Alma Pudihang meminta Ferdy Sambo untuk bertanggung jawab dalam kasus penembakan Brigadir J yang juga turut melibatkan Bharada E.

Dalam acara ROSI yang tayang melalui kanal YouTube Kompas TV, ayah dan ibu Bharada E sangat sedih atas kasus yang menimpa anaknya itu.

Ayah Bharada E meminta supaya Ferdy Sambo sebagai otak utama penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat itu untuk bersikap jantan.

Baca Juga: Jaksa Akui Dilema Tuntut Richard Eliezer 12 Tahun Penjara

Untuk Pak Sambo, harus jantan lah, harus bertanggung jawab atas permasalahan ini. Jangan dikorbankan anak saya,” ucap Junus dalam acara ROSI yang tayang melalui kanal Youtube KOMPAS TV, dikutip dari Suara.com jaringan Terkini.id pada Minggu, 4 Desember 2022.

Ayah Bharada E menuntut Ferdy Sambo untuk bisa mempertanggungjawabkan masalah yang sudah melibatkan anaknya tersebut. Ia meminta supaya mantan Kadiv Propam itu tidak seolah-olah yang menjadi korban.

Junus juga mengungkit pangkat Ferdy Sambo yang jauh lebih tinggi dari anaknya yang hanya seorang Bharada.

Baca Juga: LPSK Kecewa Bharada E Dituntut 12 Tahun Padahal Berstatus JC: Lonceng Kematian Bagi Hukum Pidana Modern

Untuk itu, ia meminta Ferdy Sambo secara jantan harus bisa bertanggung jawab atas masalah yang sudah ia buat hingga melibatkan Bharada E.

Sekali lagi saya minta kepada Pak Sambo. Harus jantan dan bertanggung jawab. Harus mengakui. Jangan menjadi korban. Anak saya menjadi korban, pangkatnya terendah. Apalagi bapak seorang jenderal,” ujarnya.

Jadi saya minta kepada Pak Sambo. Harus jantan, harus mengakui, jangan bebankan kepada anak saya yang hanya seorang Bharada. Apa artinya menjadi seorang Bharada melawan jenderal?” tandasnya.

Sementara sidang terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J masih terus bergulir hingga saat ini.

Bharada E. (Foto: oposisicerdas.com)
Baca Juga: Farhat Abbas: Keluarga Yosua Harus Maafkan Ferdy Sambo, Anggap Saja Kematian Anaknya Sebagai Penebus Dosa

Saat di persidangan, Bharada E memberi pengakuan yang luar biasa bak membuka kotak pandora dari kasus yang tampaknya belum menemukan titik terang hingga kini.

Bharada E sempat mengakui bahwa dirinya dilanda mimpi buruk usai insiden penembakan itu.

Bharada E juga mengaku lega karena polisi menahannya, perasaan bersalah perlahan memudar dan akhirnya berani mengungkap kebenaran.