Terkini.id, Makassar – Para pihak yang mengalami dampak langsung kenaikan harga BBM Pertalite hingga 30 persen adalah pelaku transportasi, seperti ojek online, kurir, hingga pengemudi roda tiga atau bentor di Kota Makassar.
Salah satu pengemudi bentor atau ‘pabentor’, Daeng Beceng (65 tahun), mengungkapkan, kenaikan harga BBM menjadi Rp10.000 tentu makin membuat sulit kehidupan sehari-harinya.
“Karena dengan harga ini saja, sudah susah pak. Kita selama banyak mi grab gojek, sudah tidak pasang harga sewa. Terserah penumpang mau bayar berapa pak,” ujar Daeng Beceng yang ditemui terkini.id di Jalan AP Pettarani Makassar, Selasa 6 September 2022.
Dia memberi gambaran, penumpang yang ingin diantar ke Kawasan Perumahan Minasa Upa, misalnya, dulu dipatok harga Rp40.000.
“Sekarang terserah penumpang mau bayar berapa. Umpamanya dia cuma mau bayar Rp25.000 itu tongmi kita ambil. Mau mi diapa, daripada dia tidak jadi (naik bentor),” ungkap Daeng Beceng. Dalam sehari, dia biasanya mendapat 2 hingga 3 penumpang. Bahkan terkadang nihil.
- Demo Mahasiswa Soal Kekerasan Seksual Dinilai Meresahkan, Dekan FIB Unhas Gelar Rapat
- Seribu Personel Gabungan Amankan Aksi Unjuk Rasa Hari Ini di Makassar, Berikut Titiknya
- Nicho Silalahi Minta PDIP Keluarkan Massanya Demi Lawan Jokowi 3 Periode
- Masinton Pasaribu Minta Mahasiswa Turun ke Jalan Lawan Jokowi 3 Periode
- Jokowi 3 Periode, Kok Dibiarin? Adian Napitupulu: Terus Mau Diapain
Karena itu, Daeng Beceng mengaku mendukung aksi demonstrasi mahasiswa.
“Kalau umpamanya demo anak-anak (mahasiswa) turunkan BBM terus diturunkan seperti biasa. Itu kita bersyukur. Kalau tidak turun, maumi diapa, begini ji rejeki ta,” ucapnya pasrah.
Kenaikan harga BBM juga sebelumnya dikeluhkan pelaku transportasi online. Mujahidin Malik, pelaku transportasi online di Makassar, mengungkapkan, kenaikan harga BBM hingga 30 persen bahkan 32 persen tentu akan merugikan pelaku mitra aplikator.
“Pelaku usaha transportasi harus keluarga ongkos lebih banyak lagi. Sementara, kita selama ini terus menuntut penyesuaian tarif. Semakin banyak beban operasional yang harus kita tanggung,” ungkapnya.
Dia pun mengusulkan, daripada menyesuaikan harga BBM, yang juga akan berdampak buruk pada konsumen dan kenaikan harga bahan pokok hingga menggerus daya beli masyarakat, opsi yang paling rasional adalah menurunkan sharing penghasilan yang menjadi beban pengusaha transpotasi online selama ini.
“Memang ini bukanlah langkah yang ideal, akan tetapi hal ini (setidaknya) bisa menjadi subsidi atas naiknya biaya operasional. Persoalannya, apakah pihak aplikator mau? Jawabnya harus mau. Ini memang bukan langkah logis. Ini tentang menyambung hidup para mitra dan juga tentang bagaimana menunjukkan peduli mitra bukan hanya sebatas slogan saja,”jelas Mujahidin.
Dia pun menuntut agar penyedia aplikasi transportasi online seperti gojek, grab dan Maxim agar menghapus biaya jasa pemesanan dan menurunkan potongan 5 persen yang selama ini berlaku.
Hal ini penting agar para pelaku transportasi online tidak terbebani lagi dengan kenaikan biaya operasional khususnya pembelian BBM, tanpa harus menaikkan tarif transportasi online.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
