Terkini.id, Jakarta – Media sosial dihebohkan oleh sebuah rumah makan yang menyediakan masakan berbahan daging babi bernama Babiambo. Hal Ini lantas menuai pro kontra dari berbagai kalangan.
Pakar Kuliner dari Universitas Gadjah Mada, Dwi Larasatie Nur Fibri, mengatakan bahwa karakter daging babi sebenarnya cocok untuk diolah menjadi rendang. Teknik memasak rendang yang membutuhkan durasi lama, yakni antara 4 sampai 5 jam, cocok untuk memasak daging babi yang di dalamnya lebih banyak mengandung bakteri dan parasit.
“Sehingga teknik rendang ini, memasak dalam waktu yang lama, sebenarnya cocok saja untuk masak babi,” Ujar Dwi Larasatie seperti dikutip Kumparan Minggu 12 Juni 2022.
Ia menjelaskan bahwa Rendang sendiri sebenarnya bukanlah nama suatu jenis makanan, namun lebih ke metode memasak menggunakan suhu rendah dalam waktu lama.
Oleh Karenanya dimasak dalam waktu yang lama, maka bakteri dan parasit yang ada di dalam daging babi akan mati sehingga tidak berbahaya ketika dimakan.
- Gus Miftah Disebut Dukun: Sok Pintar, Merusak Islam!
- Setelah Rendang Babi, kini Muncul Promo Miras dengan Memakai Nama Muhammad, Pendakwah Sebut Bangsa ini Sedang Sakit Parah
- Gus Miftah Sebut Sejak Kapan Rendang Punya Agama, Ustadz Adi Hidayat: Sejak Batik Angklung Punya Kewarganegaraan!
- Ustadz Adi Hidayat Jawab Pertanyaan Sejak Kapan Rendang Punya Agama
- Ditanya Sejak Kapan Rendang Punya Agama, Ustadz Adi Hidayat: Sejak Batik Punya Kewarganegaraan
“Selama proses pemasakan rendang, bakteri dan parasit di dalam daging babi akan mati,” lanjutnya.
Dwi Larasatie juga mengatakan seharusnya sah-sah saja seseorang membuat restoran masakan padang berbahan baku daging babi. Asalkan dia memberikan keterangan secara gamblang di restorannya bahwa bahan yang dipakai adalah daging babi.
“Mungkin mereka mau melayani segmen orang yang mengonsumsi babi, kalau mereka mau menjadikan rendang kan boleh dong? Masa enggak boleh,” tegasnya.
Sebelumnya, sebuah restoran padang bernama ‘Babiambo’ jadi perbincangan masyarakat luas, khususnya di media sosial. Sebuah akun di salah satu media sosial, mengunggah foto menu rumah makan Padang bernama Babiambo di Kelapa Gading, Jakarta Timur, yang menjual lauk berupa rendang daging babi.
Kabar itu lantas menjadi bahan perdebatan, lantaran banyak kalangan menganggap jika menjual aneka olahan daging babi di rumah makan Padang adalah bentuk penghinaan.
Hal itu dianggap meresahkan masyarakat Minang karena selama ini restoran padang selalu menyajikan masakan yang dibuat dengan bahan-bahan halal.
Kabar terbaru, Sergio meminta maaf kepada masyarakat karena usahanya telah membuat keributan.
“Ini pure hanya saya mencoba usaha. Jadi, bukan maksud saya buat menghina siapapun,” kata Sergio.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
