Terkini.id, Jakarta – Setelah berbulan-bulan menyangkal, otoritas Thailand pun akhirnya mengakui ada infeksi virus flu babi di negaranya.
Pekan lalu, pemerintah Thailand mengatakan ada kasus flu babi Afrika di negara itu, dan menyebabkan peternakan babi Thailand dikabarkan sedang menghadapi krisis.
Serangan virus flu babi itu diketahui telah membunuh jutaan babi di Eropa dan Asia selama beberapa tahun belakangan.
Sehingga mengakibatkan daging babi menjadi langka dan melonjaknya harga pasokan.
Untuk mengatasi hal ini, ratusan ribu babi di Thailand telah dimusnahkan, sementara negara lain yaitu Taiwan dan Kamboja melarang impor babi Thailand.
- Bikin Geram! Wanita Berhijab Ini Terpaksa Makan Babi Ditipu Majikan
- Heboh, Wanita Berhijab Makan Daging Babi: Ayat Mana Kalau Makan Babi Masuk Neraka?
- Viral Seorang Muslimah Makan Babi: Ayat Mana yang Menunjukkan Kalau Makan Babi Masuk Neraka?
- Wanita Berhijab Pamer Makan Babi: Ayat Mana Masuk Neraka?!
- Ustadz Adi Hidayat Jawab Pertanyaan Sejak Kapan Rendang Punya Agama
Di tengah tingginya harga daging babi, warga Thailand berbondong-bondong beralih ke daging buaya.
Warga juga menilai daging buaya memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan babi, serta harganya jauh lebih murah.
Satu kilogram daging buaya dibanderol sekitar US$2.
Berbeda jauh dibandingkan harga daging babi di pasaran yang melonjak hingga US$6 per kilo.
Pedagang daging buaya, Wichai Rungtaweechai, mengatakan sejak harga babi melambung, ia mendapatkan banyak pesanan daging buaya.
“Awalnya saya tidak tahu bagaimana menangani permintaan. Restoran dan pedagang daging meminta daging buaya dalam jumlah besar dikirim ke mereka. Sementara pelanggan lain yang ingin mencoba daging buaya memesan untuk dibawa pulang,” kata Rungtaweechai, seperti di SCMP, Sabtu 23 Januari 2022, dikutip dari cnnindonesia.com.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
