BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi di Sulsel Masih Merah, Ini Sebabnya

Terkini.id, Makassar – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan Budi Hanoto menyebut pertumbuhan ekonomi di Sulsel pada triwulan IV 2020 masih merah, -0,62 persen. Kendati begitu terus mengalami perbaikan.

“Sisi permintaan dari konsumsi rumah tangga -3,63 persen karena terjadi peningkatan kasus Covid-19 di akhir tahun. Serta terjadi pembatasan fisik yang menahan konsumsi pada momen HBKN dan libur akhir tahun,” kata Budi, Kamis, 25 Februari 2021.

Sementara konsumsi pemerintah -5,89 persen. Sebab, aktivitas belanja rapat dan kedinasan serta MICE masih lebih terbatas dibandingkan dengan triwulan IV 2019

Baca Juga: Pengusaha NG Swi Piu dan Pengacara Iskandar Nawing Ikut Berkontribusi...

Di sisi lain, Budi mengatakan pertumbuhan investasi, ekspor, dan impor terus terjaga dan berada pada warna hijau. BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di Sulsel akan kembali normal di akhir tahun 2021. 

Hal itu sejalan dengan perbaikan ekonomi global dan nasional, perekonomian Sulawesi Selatan diprakirakan tumbuh lebih tinggi di tahun 2021. 

Baca Juga: Kehadiran Akumandiri di Makassar, Geliat Ekonomi UMMK Dinilai Akan Tumbuh...

“Berdasarkan analisis, pertumbuhan ekonomi mulai stabil sehingga BI dengan risiko yang terukur mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk perbaikan ekonomi,” kata Budi.

Menurutnya, tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19 pada tahun 2020 diprakirakan mulai mereda. Hal itu sejalan dengan peningkatan aktivitas masyarakat dan dunia usaha didukung oleh akselerasi program vaksinasi yang dilakukan pemerintah serta penerapan disiplin protokol kesehatan. 

Berlanjutnya penyaluran stimulus pemerintah diprakirakan turut mendukung perbaikan ekonomi. Di sisi Iain, Budi mengatakan jumlah kasus harian Covid-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga pertengahan bulan Februari 2021 mulai melandai setelah mengalami kenaikan pada akhir bulan Desember 2020.

Baca Juga: Terkait Pemalsuan SUKET, GMNI Soppeng Angkat Bicara

“Dari sisi permintaan, perbaikan ekonomi diprakirakan akan ditopang oleh peningkatan konsumsi dan investasi,” kata dia.

Perbaikan konsumsi rumah tangga diprakirakan terjadi seiring relaksasi pembatasan fisik, kenaikan upah minimum provinsi (UMP), penyaluran stimulus subsidi gaji dan relaksasi pajak, serta terjaganya ekspektasi masyarakat.

Hal tersebut mulai terlihat dari perkembangan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di Sulsel pada bulan Januari yang menunjukkan perbaikan serta berada pada teritori optimis, ditopang oleh ekspektasi ketersediaan lapangan kerja dan kegiatan usaha yang membaik. 

Sementara itu, Budi mengatakan aktivitas investasi pada tahun 2021 diprakirakan meningkat seiring dengan keyakinan berusaha yang membaik didukung oleh UU Cipta Kerja serta berlanjutnya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). 

“Aktivitas investasi pemerintah untuk meningkatkan konektivitas antardaerah melalui penguatan infrastruktur Bandara dan pembangunan jalan tol turut mendukung perbaikan,” sebutnya. 

Sejalan dengan hal tersebut, dukungan perbankan untuk aktivitas investasi tercatat mengalami peningkatan. Outstanding kredit investasi sebesar Rp25 triliun pada bulan Januari 2021, lebih tinggi dibandingkan dengan Desember 2020 yang tercatat Rp24,8 triliun. 

Adapun perbaikan ekonomi dari sisi eksternal diprakirakan akan ditopang oleh pemulihan aktivitas ekonomi negara mitra dagang utama Sulsel serta harga komoditas eskpor Nikel yang berada dalam tren meningkat. 

Sponsored by adnow
Bagikan