Panen Jagung di Bone oleh Mahasiswa dan Penyuluh, Bukti Peran Kostratani Sangat Besar

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melakukan pendampingan dalam kegiatan panen jagung di Kabupaten Bone.

Polbangtan mengerahkan beberapa mahasiswa dalam melakukan pendampingan tersebut. Meskipun ditengah masa pandemic Covid-19, kegiatan panen kali ini tetap berlangsung dengan mengikuti protocol kesehatan di area panen.

Sesuai arahan menteri pertanian Syahrul Yasin limpo, mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam penanggulangan pandemi Covid-19, maka setiap kegiatan pertanian termasuk panen sedianya menggunakan APD sesuai protocol kesehatan.

“Di tengah pandemi Covid-19, ini adalah waktu di mana kepedulian kita kepada kepentingan kehidupan diuji. Covid ini juga menguji keberpihakan kita kepada rakyat, menguji juga kepedulian kita kepada bangsa dan negara,” kata SYL.

Mungkin Anda menyukai ini:

Adalah Ayu Sri Lestari salah satu mahasiswa yang terjun langsung dalam kegiatan panen kali ini mengatakan panen yang dilakukan kali ini adalah komoditi jagung. Bersama dengan Kelompok Tani Tunas Harapan yang berlokasi di Mappesangka, Kec.Ponre, Kab. Bone , Sulawesi Selatan, ada sekitar 6000-an hektar lahan jagung yang akan dipanen pada musim ini. Biasanya sekitar 150.000 lebih jagung yang terkumpul pada setiap kali panen.

Baca Juga: Dr. Syaifuddin Buka Bimtek Penulisan Buku: Bagi Dosen, Jurnal dan...

Disisi lain, ketua kelompok tani tunas harapan mengataka ini merupakan salah satu bukti keberhasilan penyuluh dengan gerakan kostratani di desa Mappesangka. Dengan keaktif-annya, Stok pangan khususnya jagung di kabupaten Bone tergolong aman hingga September 2020.

Komoditas jagung sendiri memiliki peran sangat strategis dalam sistem ketahanan pangan nasional serta sebagai penggerak ekonomi bangsa. Selain itu juga, jagung memiliki kontribusi dalam ketersedian protein yang menjadi bahan baku pakan baik ternak maupun perikanan serta industri lainnya.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, yang juga Ketua Kostratani Nasional menyampaikan, peran Kostratani sangat nyata, melalui optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan. “Masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, masalah hidup matinya suatu bangsa. Meskipun saat ini negara kita diserang wabah Covid-19, tetapi petani tetap semangat tanam, semangat olah dan semangat panen. Ini membuktikan pertanian tidak berhenti,” ujar Dedi. (IKL)

Bagikan