Terkini.id, Jakarta – Fakta baru terungkap terkait pembunuhan yang dilakukan warga negara asing dari Timur Tengah yaitu Abdul Latief kepada istri sirinya Sarah seorang warga Cianjur, Jawa Barat.
Polisi menjelaskan bahwa pembunuhan yang dilakukan suami kepada istrinya menggunakan air keras itu ternyata termasuk sadis.
Polisi mengungkapkan bahwa selain menyiramkan air keras ke tubuh korban, ternyata pelaku juga meminumkan air keras ke istrinya bahkan mulut korban pun dilakban pada saat kejadian.
Terkait penyelidikan kasus pembunuhan berencana sang suami terhadap istrinya ini. Polres Cianjur akan melibatkan psikolog dalam rangka tes kejiwaan pelaku.
Diketahui bahwa pelaku penyiraman air keras terhadap istri sirinya itu berasal dari Arab Saudi yang dinilai tidak memiliki emosi, perasaan, dan hati nurani atau bisa dikatakan psikopat.
Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan, menyatakan terkait kasus penyiraman air keras yang dilakukan seorang WNA, pihaknya saat ini tengah melalukan gelar perkara dengan Kejari Cianjur.
“Hari kita mulai gelar perkara dengan Kejaksaan Negeri Cianjur, setelah itu kita langsung melakukan rekonstruksi,” kata Doni dikutip dari suara.com pada hari Minggu 28 November 2021.
Selain itu, Doni menjelaskan bahwa akan dilanjutkan ke agenda rekonstruksi atau rekaman adegan kasus penyiraman air keras kepada korban hingga meninggal dunia ditangan pelaku.
“Agenda rekonstruksi kasus penyiraman air keras yang dilakukan WNA asal Arab Saudi kepada wanita muda asal Cianjur, akan segera digelar pekan ini,” ucap <span;>Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan kepada media.
Menurutnya, rekonstruksi kemungkinan tidak akan dilakukan di lokasi kejadian karena pertimbangan kerawanan amarah tetangga hingga warga di lingkungan korban.
“Kemungkinan kita gelar rekonstruksi di Mapolres Cianjur, karena kalau di TKP ada pertimbangan kerawanan amarah warga. Tapi nanti kita lihat perkembangan situasi, kalau dinilai aman, bisa saja rekonstruksi di lokasi kejadian,” ungkapnya.
Selain itu, Reskrim Polres Cianjur AKP Septiawan Adi, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengakui bahwa penyiraman air keras kepada korban dilakukan atas dasar sakit hati dan cemburu.
“Selain mengakui karena cemburu, pelaku juga mengakui bahwa dirinya telah merencanakan perbuatannya, bahkan membeli air keras sejak sebulan sebelum kejadian,” tandasnya.
Referensi: suara.com
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
