Makassar Terkini
Masuk

Parah! Taliban Naikkan Harga di Bandara Kabul, Sepiring Nasi Tembus Rp1,4 Juta dan Sebotol Air Rp570 Ribu

Terkini.id, Internasional – Tindakan geleng-geleng kepala kembali dilakukan kelompok Taliban di Kabul, Afganistan, terkait harga makanan dan air untuk diminum.

Seperti diketahui, makanan dan air adalah kebutuhan dasar yang dibutuhkan semua manusia untuk bertahan hidup.

Kedua hal tersebut sudah menjadi pokok bagi setiap orang agar dapat menjalani kehidupan di mana mereka tidak pernah harus kelaparan atau mati kehausan.

Namun, akibat situasi tegang yang ada di Afghanistan, Taliban kemudian memutuskan untuk menaikkan harga yang tidak masuk akal di Bandara Kabul.

Padahal, situasi di bandara Kabul saat ini tengah kacau dan orang-orang berjuang untuk segera dievakuasi.

Dilansir terkini.id dari Reuters via Indozone pada Jumat, 27 Agustus 2021, seorang pria Afghanistan mengungkap bahwa harga air dan makanan di bandara Kabul sangatlah tinggi.

“Afghan Fazl-ur-Rehman mengatakan makanan dan air dijual dengan harga selangit di bandara Kabul,” tulis Reuters.

“Satu botol air dijual seharga $40 (Rp570 ribu) dan sepiring nasi seharga $100 (Rp1,4 juta), dan bukan Afghan (mata uang) tetapi dolar, yang tidak bisa menjangkau orang-orang biasa.”

Afghan Fazl-ur-Rehman said food and water were sold at exorbitant prices at Kabul airport.

‘One bottle of water is selling for $40 and plate of rice for $100, and not Afghani (currency) but dollars. That is out of reach for common people,’ he said.

Hal tersebut dinilai sebagai contoh nyata bagaimana orang dieksploitasi tidak hanya untuk uang, tetapi juga untuk hidup mereka.

Selama masa sulit ketika negara berada dalam kondisi putus asa, kenaikan harga bahan pokok tidak hanya tidak adil, tetapi juga sangat tidak manusiawi.

Sebagai informasi, negara-negara barat telah memperingatkan warganya untuk segera meninggalkan sekitar bandara Kabul karena ancaman teroris, ketika ribuan orang berusaha mencapai jumlah penerbangan evakuasi yang semakin berkurang.