Kepala Wilayah IV Perumda Air Minum Kota Makassar, Fitria Gasim, menjelaskan bahwa gangguan distribusi dipicu menurunnya debit air baku yang masuk ke wilayah pelayanan dalam kota.
Ia menyebutkan, debit air yang diterima sempat hanya berkisar 200 liter per detik, jauh di bawah kebutuhan ideal yang mencapai 400 hingga 550 liter per detik.
“Kalau suplai air yang masuk bisa mencapai 400 sampai 550 liter per detik, maka masyarakat bisa menikmati air bersih secara maksimal. Namun karena debitnya tidak stabil, maka wilayah seperti Kerung-Kerung ikut terdampak,” jelas Fitria.
Sebagai solusi jangka panjang, Perumda Air Minum Kota Makassar telah menyelesaikan perbaikan intake dan pompa pada sistem pengelolaan pipa yang dikelola pihak ketiga, PT Teraya.
Selain itu, perusahaan daerah tersebut juga mulai melakukan penyambungan pipa baru dari jalur CPJ dan Somba Opu menuju wilayah utara sebagai jalur distribusi alternatif untuk memperkuat suplai air ke kawasan terdampak.
- Makassar Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Kemensos, Penyaluran Bantuan Gunakan Aplikasi Perlinsos
- Perumda Pasar Makassar Perkuat Pengawasan Stok dan Harga untuk Dukung Pengendalian Inflasi
- Wakil Ketua DPRD Gowa Sesalkan Bupati HT Tinggalkan Sidang Pansus Hak Angket
- KLHN 2026 Jadi Ajang Asmo Sulsel Perkuat Inovasi Layanan untuk Kepuasan Konsumen
- Hadapi Banjir hingga Cuaca Ekstrem, Makassar Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
“Setelah proses pengerjaan selesai, masyarakat dapat kembali menikmati suplai air yang lebih stabil,” pungkas Fitria.
Dengan langkah percepatan tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap distribusi air bersih di Kerung-Kerung dan sejumlah wilayah utara Kota Makassar dapat berlangsung lebih stabil, sehingga kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara berkelanjutan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
