Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah mengalokasikan Rp25 miliar untuk pembebasan lahan makam baru.
Rencana pembelian lahan pemakaman baru tersebut berada di Dusun Tammu-tammu, Desa Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncongloe, Maros.
Pasalnya, kapasitas lahan pemakaman di enam Tempat Pemakaman Umum (TPU) besar tersebut sudah semakin menipis. Adapun lahan TPU besar tersebut, antara lain, Pemakaman Sudiang, Beronganging, Kampung Dadi, Panaikang, dan Antang.
“Saya berharap ini awal, dan kalau ada pengembangan di belakang saya kira bisa dan mudah-mudahan bisa,” kata Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Sabtu, 18 Februari 2023.
Lahan sembilan hektar tersebut dinilai masih kecil, Danny mengatakan pengadaan luasan lahan seharusnya bisa mencapai 50 ha agar bisa digunakan dalam jangka panjang sampai 20 hingga 30 tahun mendatang. Meski begitu, ia merasa tidak masalah dengan harapan ada perluasan nantinya.
- Lantik Pejabat Fungsional, Wali kota Makassar Munafri Tekankan Pelayanan Publik Tak Boleh Sekadar Seremonial
- Wali Kota Munafri dan Warga Makassar Salat Istisqa Bermunajat Memohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang
- Wali Kota Makassar Raih Pemimpin Daerah Award 2026, Satu-satunya dari Sulsel
- Munafri Ungkap Lontara Plus, Super App yang Satukan 358 Aplikasi Pemkot Makassar
- Musim Kemarau, Wali Kota Makassar Ingatkan Warga Waspadai Kebakaran
Pun pihaknya akan membuat konsep yang lebih bagus, rapi dan lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Juga jalan menuju ke pemakaman dan fasilitas umum (fasum) lainnya yang bakal direncanakan.
“Kita bikin rumah masa depan yang rapi betul, apalagi saya lihat tanahnya memenuhi. Saya coba lihat, bagaimana jika pengembangan kalau misalnya kita bisa hibah jalan supaya jalannya bagus dan masyarakat tidak terganggu jadi mesti dilebarkan,” ucapnya.
Termasuk harus ada masjid, yang akan dibuat dan diserahkan sebagai fasum untuk warga Tammu-tammu. Meski secara resmi dan masih berproses, tetapi dia mengaku lahan baru itu sudah cocok.
“Tetapi tempatnya saya sudah oke. Apalagi dukungan masyarakat luar biasa. Kita analisis terlebih dahulu karena butuh proses. Misalnya, harga yang harus ada diappraisal; tim penilai, independen, jadi ini masih proses,” akunya.
Apalagi, kata dia, para tokoh masyarakat setempat juga setuju dan mendukung dengan adanya pemakaman umum ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
