Terkini.id, Jakarta – Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono soal janji kampanye Anies Baswedan, tiga malam tak tidur, Jumat 14 Oktober 2022.
“Saya mendiskusikan tiga hari tiga malam, ora turu (tidak tidur), pakai renungan, pakai sujud, dan sebagainya,” ucap Gembong di Ruang Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Kamis 13 Oktober 2022.
Diketahui, Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta melakukan refleksi lima tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Jakarta pada Kamis 13 Oktober 2022.
Pada kegiatan itu, Fraksi PDI Perjuangan memaparkan hasil evaluasi terhadap kinerja Anies Baswedan selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Gembong mengatakan pihaknya memberikan lapor merah (buruk) terhadap kinerja Anies.
- PDIP Sebut Program DP 0 Rupiah Anies Baswedan Abal-abal
- Gembong Warsono Sebut Anies adalah Gubernur 0 persen, Chusnul Chotimah: Yang Setuju Retwet
- Minta Anies Baswedan Fokus Penanggulangan Banjir di Jakarta, Gembong Warsono: Gagah Dalam Kata-Kata Tapi Minim Implementasi
- PDIP Kritik Anies Baswedan, Eko Widodo: Wakil Rakyat Tapi yang Diwakili Kepentingan Oligarki
- Anies Baswedan Kalah di PTUN, Politikus PDIP: Berarti Tidak Mampu
Anies dinilai tidak berhasil melaksanakan janji kampanyenya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI 2017-2022.
Gembong yang tidak tidur lantaran mengupas kinerja Anies, menyimpulkan dari 23 janji kampanye hanya lima yang terlaksana.
Katanya, dari 23 janji tersebut memang cukup banyak yang dilaksanakan, tetapi hanya paling banyak lima komitmen yang benar-benar direalisasikan.
“Dari 23 (janji) itu, yang kami apresiasi cuma 4-5. Itu kami apresiasi, artinya cukup berhasil. Walaupun keberhasilan masih ada titik koma dan sebagainya,” jelasnya.
“Tetapi yang 4-5 bisa kami katakan berhasil. Tapi, selebihnya itu rapor merah bagi fraksi PDIP,” sambungnya.
Gembong menyebut lima janji kampanye Anies yang berhasil dilaksanakan, seperti mengendalikan inflasi, program memperluas manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP), meningkatkan bantuan hibah untuk lembaga keagamaan dan ormas, menyelenggarakan berbagai kesenian setiap tahun, serta integrasi transportasi.
“Dari 23 janji kampanye itu, yang kami apresiasi cuma lima saja. Tapi, selebihnya itu rapor merah dari Fraksi PDIP. Artinya Pak Anies tidak fokus betul menangani persoalan pokok warga Jakarta,” terangnya.
Gembong menyayangkan kinerja Anies seperti Formula E lantaran termasuk di luar janji kampanyenya atau di luar RPJMD.
“Bahwa yang dikerjakan Pak Anies itu, bukan program prioritas yang menjadi kebutuhan masyarakat, tapi justru program-program yang untuk membranding dirinya sebagai priroritas pertama,” bebernya dikutip dari Suara.com jaringan Terkini.id.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
