Makassar Terkini
Masuk

Anies Baswedan Kalah di PTUN, Politikus PDIP: Berarti Tidak Mampu

Terkini.id, Jakarta – Gembong Warsono selaku Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta memberikan pendapatnya terkait kekalahan Anies Baswedan di PTUN.

Diketahui bahwa Pemprov DKI Jakarta mengalami kekalahan dari pengusaha soal UMP DKI Jakarta tahun 2022 senilai 5,1 persen.

Menurut Gembong Warsono, jika keputusan Anies Baswedan sesuai dengan kajian yang baik, maka tidak mungkin mantan Menteri Pendidikan tersebut kalah.

“Kalah berarti, kan, tidak mampu mempertahankan, tidak mampu merasionalisasi dari keputusan yang sudah diambil,” ujar Gembong Warsono, dikutip jpnn.com, Sabtu 16 Juli 2022.

“Ketika kajiannya baik, dasar hukumnya matang dan kuat, maka Pemprov tidak akan kalah dengan gugatan para pengusaha,” lanjut Gembong Warsono.

Gembong Warsono menyarankan Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan diskusi bersama dengan para pengusaha agar dapat menghasilkan kata sepakat.

“Saat sudah menjadi kesepakatan bersama, maka tidak ada alasan bagi pihak manapun untuk mengingkari kesepakatan itu,” kata Gembong Warsono.

Sebagai informasi, PTUN Jakarta membatalkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Anies Baswedan soal perubahan UMP DKI 2022.

PTUN memerintahkan Anies Baswedan untuk mencabut dan membatalkan Keputusan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1517 Tahun 2021 tentang Upah Minimum Provinsi tahun 2022 tanggal 16 Desember 2021.

Selain itu PTUN meminta Anies Baswedan untuk menerbitkan keputusan PTUN soal UMP DKI.

Terutama yang berdasarkan pada rekomendasi Dewan Pengupahan DKI pada 15 November lalu sebesar Rp 4.573.845.

Jika keputusan terbaru soal UMP telah dibuat maka UMP DKI Jakarta 2022 batal naik 5,1 persen atau Rp 225.667 ke Rp 4.641.854.