Pekan Aspirasi BPD Mattiro Uleng Berhasil Menggali Kebutuhan Kelompok Disabilitas

Terkini.id, Makassar – YASMIB Sulawesi melalui Program Desa Melek Anggaran untuk Pembangunan Desa yang Inklusif dan Responsif Gender bekerjasama dengan Seknas FITRA dan KOMPAK atas dukungan DFAT Australia melaksanakan Pekan Pengaduan Masyarakat sebagai wadah serap aspirasi bagi masyarakat di Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep.

Kegiatan digelar pada tanggal 30 September – 4 Oktober 2019, dengan tujuan menggali dan mendapatkan aspirasi dan pengaduan dari masyarakat.

Kepala Desa Mattiro Uleng Lukman mengatakan, pemahaman masyarakat terkait perencanaan dan penganggaraan di desa masih belum terlalu dipahami. Semoga Pekan Aspirasi BPD dijadikan sebagai wadah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, terkait perencanaan dan penganggaraan desa.

“Karena BPD dan relawan langsung bertemu dengan masyarakat. Seperti kelompok perempuan, lansia, disabilitas, dan kelompok lainnya,” kata Lukman.

Mungkin Anda menyukai ini:

Ketua BPD Mattiro Uleng, H. Asri mengatakan, penggalian aspirasi atau aduan dilakukan ketika warga berkumpul di setiap dusun. Pekan aspirasi yang difasilitasi YASMIB Sulawesi ini sangat membantu. Karena sudah menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga: Posko Bersama dan MTS Salurkan Bantuan di 11 Desa Dampak...

Adanya bantuan relawan, aspirasi setiap kelompok masyarakat bisa dilaksanakan. Hasilnya akan kami dibahas kembali di lingkup BPD. Untuk disalurkan ke musrenbang.

“Sehingga aspirasi yang menjadi prioritas bisa tertuang ke dalam draft RKPDes 2020,” kata Wakil Ketua BPD, Ahmadi.

Sekretaris BPD, Ali Akbar mengatakan, pekan aspirasi akan dijadikan sebagai rencana kerja tahunan BPD. Karena kegiatan seperti ini sangat penting untuk langsung wawancara dengan masyarakat. Terkhusus kelompok marginal.

Baca Juga: Posko YASMIB Sulawesi Kirim Bantuan Tahap III ke Sulbar

Relawan Desa, Idayani mengatakan, sangat senang dilibatkan dalam pekan aspirasi BPD. Karena banyak pengalaman  yang didapatkan. “Seperti kunjungan ke warga disabilitas,”.

Anggota BPD Keterwakilan Perempuan, Ratnawati, mengungkapkan awalnya BPD dan relawan belum memahami konsep pemenuhan hak disabilitas. Setelah melakukan penjangkauan ke warga disabilitas, BPD dan relawan baru mengetahui warga disabilitas mempunyai kebutuhan khusus yang harus dipenuhi.

“Seperti alat pendengar bagi tuli ringan. Kami BPD akan berupaya membentuk forum peduli disabilitas,” katanya.

Pekan aspirasi BPD ini melibatkan relawan desa yang berjumlah 4 orang dan semuanya perempuan untuk membantu BPD dalam menjangkau masyarakat desa yang lebih luas.

 

Sebelumnya warga marginal (perempuan, disabilitas dan lansia termasuk anak) belum memanfaatkan wadah BPD dalam menyampaikan aspirasi. Penggalian aspirasi BPD belum menjangkau warga marjinal karena BPD hanya memaafkan forum-forum warga untuk mendapatkan informasi.

Dalam penggalian aspirasi selama satu pekan, BPD dan relawan mengupayakan penjangkau seluruh warga di desa dan menemukan beberapa warga marginal diantaranya anak disabilitas. Nabila warga dengan disabilitas fisik berusia 17 tahun. Tahun 2017 sudah menerima bantuan kursi roda. Ini salah satu upaya Pemerintah Desa untuk memenuhi kebutuhan warganya.

Dalam proses Pekan Aspirasi ini, YASMIB mengunjungi PAUD CERDAS yang letaknya dibangun di bibir pantai. Sering juga disebut PAUD Terapung. PAUD  milik pemerintah desa ini baru beroperasi pada tahun 2019 telah memilki siswa mencapai 37 orang.

Guru PAUD, Ratna menyampaikan komitmennya, terkait anak disabilitas. Akan menerima murid disabilitas maupun non disabilitas. Tidak akan membedakan antara disabilitas maupun bukan,  karena itu amanah yang diberikan.

“Kalau bukan kami yang ajari di sekolah ini siapa lagi yang mau mendidiknya,”.

Bagikan