Pemkot Makassar Tidak Terbuka Terkait Pertanggungjawaban Pengelolaan Anggaran

Direktur Swadaya Mitra Bangsa (Yasmib) Sulsel, Rosniaty Azis.

Terkini.id — Direktur Swadaya Mitra Bangsa (Yasmib) Sulsel, Rosniaty Azis menyebut bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar ternyata tidak terbuka terkait pertanggungjawaban pengelolaan anggaran.

Padahal menurutnya, berdasarkan filosofi uang negara yang masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Makassar, adalah uang rakyat yang dipungut dari hasil pajak.

“Sebagai pihak membayar pajak, harusnya kita berhak tahu, kemana dan diapakan uang kita. Tapi faktanya begitu diminta pertanggungjawaban itu seolah-olah ditutupi,” kata Rosniaty, di Makassar, Senin 13 Januari 2020.

Ia menambahkan, keterbukaan informasi anggaran harusnya melibatkan publik di mulai dari proses perencanaan anggaran hingga pertanggungjawaban penggunaan uang rakyat.

“Bagaimana fungsi kontrol, seperti kita sebagai pemilik anggaran. pertanggungjawaban pernah tidak melihat anggaran Silpa, itu diapakan, berapa nilai rupiah digunakan daerah untuk berinvestasi membeli saham atau apakah. pernah tidak dibuka oleh publik hampir tidak tidak ada,” ujarnya.

Olehnya itu, perencanaan, pembahasan dan pelaksanaan tertutup oleh rakyat, itu menjadi tanda tanya besar.

“Kalau memang mereka tidak merencanakan korupsi. Harusnya mereka terbuka dalam proses perencanaan anggaran,” pungkasnya.

Komentar

Rekomendasi

Bantuan Terus Berdatangan di Posko Induk Covid-19 Makassar

Kabar Duka, Satu Pegawai Pemkot Makassar Meninggal Dunia Usai PDP Corona

Dekan FTI UMI Minta Pemkot Berdayakan Pelaku UMKM Produksi Masker

Lawan Corona, PMI Semprot Disinfektan Ribuan Lokasi di Makassar

PMI Makassar: Kerja Gugus Tugas Covid-19 Tak Ada Artinya Jika Warga Tetap Keluar Rumah

Dampak Covid-19, Dispar Makassar Perpanjang Penutupan Sementara Industri Pariwisata

PMI: Stok Darah di Makassar Hanya Cukup 7-8 Hari

Deng Ical: Stok Darah di Makassar Hanya Cukup 7-8 Hari

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar