Terkini.id — Direktur Swadaya Mitra Bangsa (Yasmib) Sulsel, Rosniaty Azis menyebut bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar ternyata tidak terbuka terkait pertanggungjawaban pengelolaan anggaran.
Padahal menurutnya, berdasarkan filosofi uang negara yang masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Makassar, adalah uang rakyat yang dipungut dari hasil pajak.
“Sebagai pihak membayar pajak, harusnya kita berhak tahu, kemana dan diapakan uang kita. Tapi faktanya begitu diminta pertanggungjawaban itu seolah-olah ditutupi,” kata Rosniaty, di Makassar, Senin 13 Januari 2020.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi anggaran harusnya melibatkan publik di mulai dari proses perencanaan anggaran hingga pertanggungjawaban penggunaan uang rakyat.
“Bagaimana fungsi kontrol, seperti kita sebagai pemilik anggaran. pertanggungjawaban pernah tidak melihat anggaran Silpa, itu diapakan, berapa nilai rupiah digunakan daerah untuk berinvestasi membeli saham atau apakah. pernah tidak dibuka oleh publik hampir tidak tidak ada,” ujarnya.
- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Siap Hadiri Pelantikan DPP APPI pada 30 Mei 2026
- Urban Farming Jadi Andalan, Wali Kota Makassar Dorong Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan
- Pemkot Makassar Buka Unit Pelayanan Baru untuk Permudah Urusan Administrasi Warga
- Pemkot Makassar: Anggaran Rp10 Miliar Bukan untuk Konsumsi Pribadi Wali Kota
- MIWF 2026 Resmi Dibuka, Walikota Appi Tegaskan Komitmen Bangun Ruang Budaya di Makassar
Olehnya itu, perencanaan, pembahasan dan pelaksanaan tertutup oleh rakyat, itu menjadi tanda tanya besar.
“Kalau memang mereka tidak merencanakan korupsi. Harusnya mereka terbuka dalam proses perencanaan anggaran,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
