Masuk

Pembubaran MUI Disebut Potensi Munculkan Sikap Islamophobia, Apa Maksudnya?

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Lagi-lagi desakan pembubaran MUI semakin gencar didendangkan di berbagai media sosial, tak lain karena adanya anggota yang tertangkap oleh Densus 88 beberapa waktu lalu.

Namun, desakan pembubaran MUI dinilai oleh pengamat akan berpotensi menimbulkan Islamophobia.

Ya, hal itu diutarakan langsung oleh pengamat politik Universitas Nasional Andi Yusran pada Rabu Malam, 24 November 2021 yang dilansir oleh Rmolid.

Baca Juga: Sebut Pemerintah Malpraktik Kebijakan Soal UU Cipta Kerja, Pengamat: Tidak Hanya Rehabilitasi Nama Syahganda, Jokowi Harus Minta Maaf ke Rakyat

Andi menjelaskan, MUI adalah benteng ruhaniah bagi umat Muslim di Indonesia. Kata dia, tidak ada alasan bagi siapapun untuk membubarkan organisasi para Ulama itu.

Menurutnya, jika wacana pembubaran MUI menjadi kenyataan, maka persepsi masyarakat yang menganggap rezim pemerintahan Jokowi Islamophobia akan menjadi kenyataan.

“Jika ada oknum yang terduga bermasalah maka oknum tersebutlah yang perlu diperbaiki bukan MUI nya yang dibubarkan,” ucapnya.

Baca Juga: Denger Nih! Maruf Amin Angkat Suara Soal Pembubaran MUI, Apa Katanya?

Pengamat itu pun mengaku sependapat dengan Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani bahwa wacana pembubaran MUI berpotensi membenturkan umat Islam dengan pemerintah.

Berdasarkan analisanya, sejak isu pembubaran MUI mengemuka, nampak terlihat sasarannya adalah pemerintah.

Ia menegaskan bahwa posisi MUI selama ini selalu kritis terhadap pemerintah.

Dan karenanya, pemerintah dianggap bisa dan punya otoritas dalam membentuk rencana apa saja, termasuk membubarkan MUI tersebut.

Baca Juga: Polemik Pembubaran MUI, Wapres Maruf Amin: Bukan Rumahnya yang Dibakar Tapi Tikusnya

“Karena posisi MUI yang selama ini kritis terhadap pemerintah, dan pemerintah dianggap memiliki otoritas dan bisa mendesain apa saja, termasuk membubarkan MUI.