Masuk

Mahfud MD: Bangsa Indonesia Sebenarnya Membutuhkan Pemikiran Seperti Anwar Abbas

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Setiap orang pastinya memiliki pendapat masing-masing dengan cara yang berbeda-beda, sebab itu Mahfud MD Menko Polhukam mengungkapkan bahwa kepada semua pihak tidak untuk bisa melarang Waketum MUI Anwar Abbas menyampaikan pendapat.

Menurut Mahfud MD, Anwar Abbas itu tidak pernah melanggar hukum ketika berbicara di hadapan publik.

“Kita tak bisa melarang KH Anwar Abbas berbicara. Selama ini dia tak melanggar hukum,” ungkap Mahfud MD melalui akun miliknya di Twitter.

Baca Juga: Anggota DPR Guspardi Tegaskan Tidak Pernah Ada Pembahasan Penundaan Pemilu di Komisi II

Mahfud MD juga berpendapat bangsa Indonesia sebenarnya membutuhkan pemikiran seperti Anwar Abbas. Sebab menurutnya Anwar Abbas memiliki perspektif atau pandangan berbeda menyikapi masalah bangsa.

“Orang seperti KH Anwar Abbas diperlukan agar kita punya perspektif lain tentang masalah yang kita hadapi. Sama dengan Pak Said Didu, suka mengkritik dengan centil dan lucu. Kita perlu dia biar ada pembanding,” kata Mahfud MD. Dilansir dari Jpnn. Sabtu, 20 November 2021.

Di mana sebelumnya Nama Anwar Abbas menjadi pembicaraan di media sosial setelah menanggapi narasi tentang pembubaran MUI. Anwar Abbas mengaku tidak setuju MUI dibubarkan dan menyebut Indonesia akan bubar bila MUI lenyap.

Baca Juga: Mahfud MD Yakin Hakim Bakal Berikan Vonis yang Adil ke Sambo: Saya Tahu Hakimnya, Saya Kenal

Narasi pembubaran MUI mulai ramai menyusul ditangkapnya seorang anggota lembaga tersebut yaitu Ustaz Ahmad Zain an-Najah (AZA) atas dugaan keterlibatan dalam tindak pidana terorisme.

Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap 3 terduga teroris kelompok Jamaah Islamiyah di wilayah Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 16 November 2021. Ketiga terduga teroris yang ditangkap, yaitu AA (44) bekerja sebagai dosen, ditangkap Selasa pagi, pukul 05.49 WIB di tempat tinggalnya, Jalan Raya Legok, Blok Masjid, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi.

Terduga teroris berinisial AZ (50), berprofesi sebagai dosen, ditangkap pukul 04.39 WIB di wilayah Merbabu Raya, Perumahan Pondok Melati, Bekasi. Berdasarkan data yang dihimpun, inisial AZ merujuk pada Ahmad Zain An-Najah.

Densus 88 juga menangkap FAO di Kelurahan Jati Melati, Kota Bekasi. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Baca Juga: Menko Polhukam Mahfud MD Sebut Ada Gerakan yang Coba Pesan Putusan Sambo

“Yang ditangkap tiga,” ujar Ramadhan saat ditemui di Mabes Polri Jakarta Selatan.

Tiga terduga teroris yang ditangkap di Bekasi itu memiliki peran sebagai pengurus dan Dewan Syuro Jamaah Islamiyah (JI).

“FAO merupakan Tim Sepuh atau Dewan Syuro JI, AZ juga Dewan Syuro JI. Sedangkan AA itu anggota Pengawas Perisai Nusantara Esa Tahun 2017,” pungkasnya.