Masuk

Pemda Soppeng lakukan Studi Tiru di Yogyakarta

Komentar

Terkini.id,Soppeng-Pemerintah kabupaten Soppeng  melakukan studi tiru Penyelenggaraan Sekolah Penggerak penerapan pendidikan berkualitas serta penyelenggaraan Unit Layanan Disabilitas di Yogyakarta, Provinsi Yogyakarta terkait Studi Tiru, Senin 25 juli 2022

Pada kegiatan tersebut pemerintah kabupaten soppeng disambut langsung oleh Wali Kota Yogyakarta Sumado beserta  Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesra di kantor Wali Kota Yogyakarta.

Sekretaris daerah Kabupaten Soppeng Andi Tenri Sessu menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Soppeng andi kaswadi Razak tidak sempat hadir dalam giat tersebut.
  
“kami mohon maaf karena bupati tidak sempat hadir sedianya Bapak Bupati turut hadir pada acara kita namun beliau masih dalam perjalanan dari kabupaten Soppeng”. 

Baca Juga: Pendaftaran Calon Anggota Bawaslu Sulsel Mulai Dibuka, Sosialisasi di Soppeng

Sekda soppeng juga menyampaikan bahwa  pengelolaan pendidikan di Yogyakarta ini mungkin yang terbaik di Indonesia, sehingga disebut dengan kota pendidikan, kami juga berupaya mencapai minimal mendekatilah pengelolaan mulai dari tataran kebijakan sampai dengan tataran pelaksanaan pendidikan. 

“Kami di Kabupaten Soppeng diminta untuk menjadi pelaksana sekolah penggerak, jadi yang hadir saat ini para pemerhati pendidikan karena tujuan kami bagaimana bisa melaksanakan program nasional ini melalui sekolah penggerak yang pada akhirnya target kami pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah berkaitan Standar Pelayanan Minimal dari sisi pendidikan dapat kami capai.

Sementara itu,Walikota Jogyakarta Sumadi  Mengucapkan selamat datang  kepada Sekretaris Daerah Kab. Soppeng bersama di Kota Jogyakarta dimana saya sampaikan pula bahwa setiap tahunnya kami kedatangan 300.000 pelajar/mahasiswa yang juga tersebar di beberapa Kabupaten lainnya dan berdasarkan data dari Pusat Studi Kependudukan Gadjah Mada menyatakan terdapat 4-7 %  pelajar/mahasiswa yang berada di Yogyakarta  tidak mau pulang dari Jogyakarta. 

Baca Juga: Supriansa: Jika Pemilu Proporsional Tertutup Dilaksanakan, Itu Sebuah Penghianatan Terhadap Nilai-nilai Reformasi

“Walaupun kota Yogyakarta kecil tapi banyak yang datang untuk menuntut pendidikan disini serta Yogyakarta masih kental dengan kebudayaannya walaupun di era milenial saat ini tapi kami di Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki keistimewaan yaitu kebudayaannya yang akan kami terus lestarikan dan mengembangkan budaya kita yang disesuaikan dengan era milenial”