“Bukannya berterima kasih, malah justru antipati terhadap tenaga medis. Kasian kalau tidak dibina dengan baik menggunakan bahasa Indonesia dan daerah yang baik,” tegasnya.
Wagub Sulsel Minta Massifkan Sosialisasi
Aksi pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19, beberapa hari terakhir terjadi di sejumlah rumah sakit di Makassar, Sulawesi Selatan.
Sejumlah warga yang terlibat sudah ditangkap dan dijadikan tersangka oleh polisi.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meminta masyarakat untuk menahan diri.
Menurutnya, Covid-19 adalah bencana yang dirasakan oleh seluruh dunia. Pemerintah pun berupaya bekerja keras dalam menekan angka penyebaran.
- Jaga Bahasa Daerah, Balai Bahasa Provinsi Sulsel Gelar Festival Tunas Bahasa Ibu
- Kasihan Anak Ini Diancam Ayahnya Akan Dibunuh Pakai Kabel
- Hadirkan Program Lokal yang Mendunia, Cara Wali Kota Makassar Lestarikan Bahasa Daerah
- Kaum Milenial Diminta Kampanyekan Bahasa Lokal Agar Tak Punah
- Plt Gubernur Sulsel Minta Siswa Harus Menguasai Tiga Bahasa: Minimal Menguasai Bahasa Daerah
Apalagi Covid-19, kata dia, bukan hanya mempengaruhi faktor kesehatan. Namun juga ekonomi. Banyaknya masyarakat yang kehilangan penghasilan ataupun pekerjaan.
“kami kira tak ada pihak yang merasa senang dengan kondisi ini, semua ingin bencana segera berlalu,” katanya.
Situasi sulit yang juga dialami adalah masalah sosial. Banyak masyarakat tak bisa bertemu dengan keluarga selama berbulan-bulan.
“Itu terasa saat perayaan Idulfitri kemarin,” tuturnya.
Wagub Sulsel meminta mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan, Kelurahan/Desa, hingga RT dan RW untuk memassifkan sosialisasi ke masyarakat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
