Masuk

Pemerintah Kota Makassar Ajak Mahasiswa Kawal Rel Kereta Api

Komentar
DPRD Kota Makassar

Terkini.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar mengajak mahasiswa untuk mengawal pembangunan jalur kereta api dengan konsep elevated atau jalur layang pada segmen E, jalur Makassar – Maros.

Ajakan tersebut melalui seminar suara mahasiswa yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar.

Seminar tersebut mengangkat tema ‘Rel Kereta Api Jangan Rampas Tanah Rakyat’ di Hotel Four Points by Sheraton, Senin, 29 Agustus 2022.

Baca Juga: Realisasi APBD Pemkot Makassar Baru 49 Persen

“Sangat pas keberadaan mahasiswa sebagai agent of change dan agent of control, mengingat perlunya pengawalan dari berbagai pihak atas perubahan yang dilakukan BPKA terkait konsep rel kereta api,” ujar Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Andi Muhammad Yasir.

Apalagi, kata Yasir, perubahan rel kereta api dari konsep elevated menjadi at garde atau landed oleh Balai Pengelolaan Kereta Api (BPKA) Sulsel tanpa sepengetahuan pihak pemerintah kota.

Bahkan konsep itu juga telah disepakati bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada 2015 lalu. Pemkot Makassar telah merancang tata ruang Kota Makassar dengan konsep elevated. 

Baca Juga: APBD 2023 Makassar Ditetapkan Rp 5,6 Triliun, Danny Pomanto: Saya Akan Kawal Terus

Hal tersebut bahkan ditetapkan melalui Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) dengan rancang jalan arteri dalam tata ruang.

Selain mendukung untuk program Makassar New Port (MNP), juga sebagai upaya bangkitkan ekonomi. Konsep elevated ini juga dipilih untuk menghindari banjir. 

“Jika kereta api tetap menggunakan konsep rel di tanah, maka berpotensi kuat menimbulkan banjir di daerah Lantebung, Mandai, dan sekitarnya,” tuturnya.

“Kita tidak ingin Kota Makassar mengalami banjir sebagaimana banjir yang dialami Kabupaten Barru setiap musim hujan karena dampak dari pembangunan rel kereta api dengan konsep at grade,” tambah Yasir.

Baca Juga: Digelar Terkini.id, MTF Market ‘Ubud’ Resmi Dibuka Pemkot Makassar

Selain itu, dari segi biaya justru pembangunannya juga akan lebih besar jika menggunakan konsep at grade. Sebab harus ada pembebasan lahan sekitar 60 meter dan membangun lebih banyak jembatan. 

“Dibanding menggunakan konsep elevated. Lahan yang dibutuhkan hanya 5 meter saja, dengan luas itu Pemkot Makassar dapat membebaskan lahan dengan tanggungan APBD,” tutupnya.