Pemerintah Tempatkan Dana Rp1 Triliun di Bank Sulselbar

Terkini.id, Makassar — Pemerintah RI lewat Program Pemulihan Ekonomi Nasional, menempatkan dana sebesar Rp 1,5 triliun ke dua Bank Pembangunan Daerah, yakni Bank Sulselbar dan Bank Kalbar.

Dari dana tersebut, Bank Sulselbar mendapat Rp 1 triliun, sedangkan Bank Kalbar mendapat penempatan dana Rp 500 miliar.

“Alhamdulillah berkat perjuangan team dan kordinasi yang baik dengan OJK dan Ditjen Perbendaharaan Sulsel, Bank Sulselbar dianggap layak untuk menerima penempatan dana Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar Rp 1 triliun,” terang Plt Dirut Bank Sulselbar, Irmayanti Sulthan, Sabtu 3 Oktober 2020 kemarin lewat media sosial.

Baca Juga: FEB Unhas dan CWMA Luluskan 36 “Wealth Managers” Baru

Dia pun berharap, agar semoga penempatan dana tersebut bisa bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas UKM, Usaha Mikro dan dunia usaha lainnya di tengah kondisi pandemi coronavirus.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto menuturkan pemerintah akan menempatkan dana Rp1,5 triliun untuk dua bank pembangunan daerah (BPD). 

Baca Juga: BNI Jalin Kerja Sama dengan Pemprov Maluku Pempercepat Pemulihan Ekonomi...

Kedua bank tersebut, antara lain Bank Sulawesi Selatan Barat dan Bank Kalimantan Barat dengan penempatan dana masing-masing sebesar Rp 1 triliun dan Rp 500 miliar.

“Pada hari ini penempatan dana ke 2 BPD Sulawesi Selatan Barat (Sulselbar) Rp1 triliun, BPD Kalbar Rp500 miliar,” ujarnya dalam video conference yang disiarkan melalui akun YouTube Kementerian Perekonomian, Jumat 2 Oktober 2020 kemarin.

Baca Juga: BNI Jalin Kerja Sama dengan Pemprov Maluku Pempercepat Pemulihan Ekonomi...

Pekan depan, pemerintah juga akan kembali menempatkan dana ke BPD lainnya, yakni BPD Sumatera Utara dan BPD Jambi. 

Kendati demikian, Airlangga tak membeberkan berapa anggaran yag akan ditempatkan.”Maksimal (penempatan dana) pada tanggal 8 Oktober,” tutur Airlangga.

Selain BPD, pemerintah sebelumnya juga menempatkan dana pada himpunan bank-bank negara (Himbara) sebesar Rp47,5 triliun. Menurut Airlangga, penyaluran kredit yang tercipta dari penempatan dana tersebut mencapai rata-rata 4,7 kali atau sekitar Rp141,48 triliun.

“Pada tahap kedua ini akan dinaikkan penempatan banknya Rp 47,5 triliun, di mana Mandiri Rp15 triliun, BRI Rp15 triliun, BNI Rp7,5 triliun, BTN Rp10 triliun. Bunganya di passthrough perbankan 2,84  persen,” urainya dikutip dari CNNIndonesia.

Terakhir, pemerintah juga menempatkan dana di bank syariah sebesar Rp 3 triliun, antara lain Mandiri Syariah, BRI Syariah dan BNI Syariah. “Itu bunga penempatan itu juga 2,84 persen,” imbuhnya.

Hingga saat ini, jelas Airlangga secara total penempatan dana di perbankan sudah mencapai Rp61,7 triliun.

“Dengan penempatan dana PEN yang telah terealisasi, ini melalui Himbara tahap kedua, BPD tahap pertama dan bank syariah totalnya adalah Rp 61,7 triliun,” pungkasnya.

Bagikan