Terkini.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, dipilih pemerintah sebagai koordinator untuk menangani datangnya liburan Natal dan Tahun Baru.
Dalam dua momentum tersebut, dikhawatirkan akan terjadi ledakan mobilitas masyarakat.
Jubir Kementerian Perhubungan, Adita Irawati mengatakan bahwa pemerintah sedang menetapkan strategi agar tidak terjadi penambahan kasus Covid-19 jelang Natal dan Tahun Baru.
“Kami harapkan dalam waktu dekat pemerintah bisa menetapkan strategi apa dalam penanganan liburan Natal dan Tahun Baru agar masyarakat bisa melakukan aktivitas dengan kemungkinan pembatasan. Di sisi lain, agar mencegah tidak terjadi lagi penambahan kasus yang akan merugikan kita di masa depan,” kata Adita Irawati, dalam Dialog Interaktif Utamakan Keamanan Diri Baru Bepergian, Rabu 3 November 2021.
Sedikit kilas balik pada liburan Natal dan Tahun Baru tahun 2020, kedua momen ini sangat erat kaitannya dengan jumlah mobilitas masyarakat, khususnya aktivitas wisata dan sosial keagamaan.
- MODANTARA Minta Pemerintah Tinjau Ulang Batas Potongan Platform 8 Persen
- Pemerintah, Masyarakat dan PT Vale Berkolaborasi untuk Pulihkan Towuti
- Hardiknas, Andi Jaka Harap Pemerintah Berikan Akses Pendidikan ke Semua Anak Indonesia
- Jelang Musim Giling Tebu, Kemendag Ungkap Stok Gula Dalam Negeri Relatif Aman
- Bantah Tudingan Yustinus Prastowo, Kepala BP2MI: Mana Mungkin Saya Memobilisasi PMI Agar Benci Pemerintah
Apabila hal tersebut tidak diawasi, sebanyak 6 juta orang melakukan mobilitas dan terjadi lonjakan kasus Covid-19 sebanyak 30%.
Oleh sebab itu, Adita menjelaskan bahwa pemerintah akan menyiapkan sejumlah kebijakan guna mengantisipasi terjadinya lonjakan mobilitas dengan mempertimbangkan pembatasan mobilitas atau pengetatan syarat perjalanan.
“Dengan begitu, aktivitas di hulu perlu dikendalikan seperti pengetatan wisata hingga pembatasan transportasi agar tidak terjadi over kapasitas,” jelasnya.
Sementara itu, belum lama ini Kemenkes menyebutkan ada sekitar 100 hingga 115 kabupaten atau kota tengah terjadi lonjakan kasus akibat efek mobilitas meningkat.
Maka dari itu diperlukan susunan kebijakan pemerintah untuk mengatur kedatangan wisatawan mancanegara agar menjadi kewaspadaan. Hal ini disebabkan karena tengah muncul varian baru, meski tingkat ancaman yang ditimbulkannya masih tidak setinggi varian Delta.
“Kuncinya adalah agar Natal dan tahun baru bisa kita kendalikan meski mobilitasnya berjalan seperti sekarang. Ketika itu bisa kita lakukan bersama, 2022 menjadi tahun yang lebih baik,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
