Masuk

Pemicu dari ‘Tobat’ Massal Pekerja S*ks dan Bintang P*rn* di Eropa

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pekerjaan ‘kupu-kupu malam’ yang dilakoni para pekerja s*ks dan bintang film dewasa (P*rn*) di Eropa ditinggalkan secara masal. Mereka berbondong-bondong berhenti dari aktivitas pekerjaanya.  

Ratusan bahkan ribuan pekerja s*ks komersial yang berada di belahan bumi Eropa tersebut, menghentikan pekerjaannya. Lantaran wabah sifilis dikabarkan menyerang wilayah Eropa kembali saat ini.

Mereka mengaku sangat takut tertular penyakit kulit tersebut. Terlebih lagi mengingat, rendahnya standar keamanan di industri film p*rn*.

Baca Juga: Brace Rashford Antarkan The Three Lions Kunci Tiket 16 Besar!

Lianne Young, seorang mantan bintang film dewasa yang berasal dari Inggris, mengatakan banyak bintang lainnya juga berhenti bekerja karena khawatir tertular dari penyakit tersebut.

“Film-film yang sudah dijadwalkan untuk syuting telah dihentikan. Para bintang [film dewasa] profesional ketakutan,” ucap Young, dikutip Terkini.id dari The Independent.

Young menjelaskan, standar keamanan untuk para bintang film dewasa di Inggris jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan negara lain di Eropa.

Baca Juga: Jelang Laga Inggris vs Iran, Bakal Jadi Ajang Pembuktian The Three Lions

“Di beberapa negara lain, mereka mendapatkan screening penyakit menular seksual, termasuk sifilis, setiap 7-14 hari. Sedangkan di Inggris, screening hanya dilakukan setiap 28 hari,” ujarnya.

“Bintang porno juga manusia. Perlu ada serikat pekerja sebagai jembatan untuk terhubung dengan Kesehatan Masyarakat Inggris dan polisi.” Tambahnya. 

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. 

Penyakit sifilis ditandai adanya luka pada area alat kelamin, rektum, atau mulut.

Baca Juga: Sering Terima Kritik Karena Tinggi Badannya, Van Dijk Bela Lisandro Martinez

Penyakit tersebut menular diperantarai dari ke orang ke orang lewat kontak kulit atau selaput lendir.

Apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Penyakit sifilis bisa merusak berbagai organ tubuh lainnya. Seperti jantung, otak, sampai bisa mengakibatkan kematian kepada si penderita.