Terkini.id, Kiev – Seorang pemimpin gereja di Ukraina, Patrick Filaret, positif terpapar virus corona usai dirinya menyebut kaum gay sebagai penyebab wabah COVID-19.
Patrick dalam sebuah wawancara televisi pada awal 2020, mengatakan bahwa COVID-19 merupakan hukuman Tuhan atas dosa kaum pria penyuka sesama jenis.
“Yang paling utama adalah saya menyebut pernikahan gay,” ujar Patrick.
Setelah dinyatakan positif corona, ia pun kini menjalani perawatan di rumah sakit Kiev, Ukraina.
Melansir laman 112 International, pemimpin gereja ortodoks berusia 91 tahun itu mengalami gejala COVID-19, pneumonia.
- Grup Astra Makassar Salurkan 400 Dus Indomie untuk Korban Gempa NTT
- Wakil Wali Kota Makassar Hadiri Pengukuhan 10.000 Guru Al-Qur'an dan Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah
- Kalla Rescue Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan di Siaga SAR Merah Putih Gunung Bawakaraeng
- Husniah Talenrang Nonaktifkan 16 Pejabat Termasuk Sekda: Agar Pemerintahan Tertib Sesuai Aturan
- Muncul Narasi Membenturkan Instansi Kemenhut, KPH dan Gakkumhut Tetap Solid Berantas Perambah Hutan
Sebelumnya, Patrick yang mempunyai sekitar 15 juta pengikut di halaman Facebook-nya menuai kecaman lantaran menyebut pernikahan gay merupakan penyebab wabah corona.
Lantaran hal itu, sebuah kelompok LGBT di negara tersebut menggugat Patrick Filaret.
Kelompok tersebut kepada Reuters menyatakan bahwa mereka terpaksa mengambil langkah hukum karena pernyataan pemimpin gereja ortodoks itu berpotensi memicu diskriminasi.
“Tujuan organisasi kami adalah menunjukkan bahwa tidak ada tempat bagi pemuka agama yang menyebarkan kebencian di sini,” ujar ketua kelompok tersebut, Oiena Shevchenko.
Juru bicara Amnesty International Ukraina, Maria Guryeva, juga ikut menyayangkan pernyataan Patrick Filaret tersebut.
“Ucapan seperti itu berpotensi merusak, karena bisa meningkatkan serangan, diskriminasi, maupun kekerasan atas grup tertentu,” ujar Maria.
Patrick Filaret merupakan pemimpin gereja ortodoks yang cukup berpengaruh di Ukraina.
Ia membawa gereja di negara itu terpisah dari Rusia. Lantaran hal itu, Patrick dikucilkan maayarakat setempat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
