Terkini.id, Gowa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa akan memfokuskan Anggaran Perubahan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2020 pada tiga sektor.
Hal tersebut disampaikan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan saat memimpin Coffee Morning, Senin 24 Agustus 2020 pagi.
Ketiga aspek tersebut kata Adnan, bidang kesehatan, jaring pengaman sosial (Social Safety Nett) dan pemulihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Ini terkait dengan pedoman penyusunan APBD Perubahan baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sesuai dengan instruksi dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia,” kata Adnan.
Sementara di bidang kesehatan, kata dia ada beberapa yang perlu dianggarkan, seperti penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), tracking serta testing.
- Anggota DPRD Makassar Andi Odhika Cakra Serap Aspirasi Warga di Kecamatan Tamalanrea dan Biringkanaya
- Wakil Ketua DPRD Gowa Tegaskan RDP Bukan Campuri Urusan Privat
- Berdiri Megah di Titik Nol Pembangunan, Tugu TMMD ke-128 Jadi Simbol Abadi Kemanunggalan TNI di Jeneponto
- Poltekpar Makassar Berdayakan Ibu-Ibu Sawundarek Raja Ampat melalui PKM Pariwisata Berkelanjutan
- Sinergi BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku dan Kejaksaan Dorong Perlindungan Pekerja Lebih Luas
Adnan berharap Dinas Kesehatan untuk tetap menyediakan APD bagi tenaga medis, agar bisa tetap bekerja dengan baik dan aman dari penularan Covid-19.
Kemudian tracking untuk mendeteksi orang-orang yang berpotensi tertular Covid-19.
Salah satu yang bisa dilakukan, kata dia adalah dengan melakukan testing untuk bisa mengetahui orang-orang yang terpapar Covid-19 sehingga bisa langsung dilakukan penanganan.
Walaupun kata Adnan angka reproduksi dalam pandemi Covid-19 ataupun jumlah kasus baru di Kabupaten Gowa sudah di bawah angka 1, namun harus tetap dilakukan testing.
“Meskipun memang satu Minggu terakhir ini angka positif di Kabupaten Gowa, Alhamdulillah data dari Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan sesuai dengan ukuran WHO,”bebernya.
“RT dan RO kita di Kabupaten Gowa itu 0,64 sampai 0,82 persen di;bawah satu persen. Tetapi kita harus tetap melihat apakah testing seperti di awal atau menurun,” ujarnya.
Selain itu, Adnan meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa fokus pada penyembuhan pasien dengan menganggarkan pembelian vitamin dan obat-obatan pendukung untuk menaikkan daya tahan tubuh agar bisa melawan Covid-19 di dalam tubuh.
Kemudian jaring pengaman sosial, dalam APBD Perubahan Kabupaten Gowa TA 2020, Adnan berharap ada penganggaran bantuan sosial yang akan diberikan ke masyarakat.
Terakhir pemulihan bidang ekonomi. Orang nomor satu di Gowa menyebutkan sekarang ekonomi Indonesia minus 5,32 persen.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah adalah Pemilihan UMKM dengan pemberian stimulus agar akselerasi perekonomian tetap berjalan.
Bupati Adnan berharap program bantuan modal sebesar Rp2.400.000. Bagi setiap pemilik usaha kecil dari Kementerian Koperasi dan UMKM RI dapat disinkronkan dengan Kabupaten Gowa.
Dari laporan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gowa, Muh Yusuf saat ini jumlah UMKM yang sudah terdaftar yaitu sebanyak 12 ribu.
Olehnya itu, Bupati Adnan meminta agar dilakukan verifikasi terhadap UMKM yang bisa dapat bantuan dari pusat maupun yang tidak.
Sehingga pemilik usaha yang tidak tercover oleh program pemerintah pusat bisa dibantu oleh Pemerintah Daerah.
“Bagi yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, maka akan dibantu oleh Pemerintah Kabupaten agar semua UMKM mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Bupati Adnan juga berharap semua UMKM di Gowa bisa mendapatkan stimulus agar akselerasi perekonomian Gowa tetap berjalan dan tentu akan menyelamatkan perekonomian Indonesia.
“Kalau UMKM bergerak, perekonomian akan berputar. Inilah salah satu cara untuk menumbuhkan perekonomian Indonesia khususnya di Gowa” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
