Terkini.id, Gowa – Banjir yang melanda Kabupaten Gowa akibat tingginya curah hujan sejak Senin kemarin, membuat ribuan masyarakat harus mengungsi di sejumlah titik yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan posko tersebut dibuat untuk masyarakat yang terkena dampak banjir.
“Mungkin ada Ribuan masyarakat yang mengungsi, karena di Pallangga saja ada 450-500 KK yang mengungsi ditambah daerah lain seperti Tompobulu, Pattallassang, Somba Opu, Barombong dan daerah lainnya,”ungkapnya, usai melakukan peninjauan, Selasa 22 Januari 2019.
Posko Pengungsian Korban Banjir
Adapun letak posko yang disediakan yakni di Puskesmas Pallangga, masjid-masjid, kantor camat, lurah/desa, Pasar Induk Minasamaupa, dan rumah sakit.
“Kami sudah menghimbau masyarakat untuk tetap mengungsiĀ 3 hingga seminggu kedepan sampai benar-benar dinyatakan aman, makanan kita yang sediakan,” kata orang nomor satu di Gowa itu.
- Bendungan Bili-Bili Melebihi Batas Normal, Warga Hilir Sungai Diminta Waspada
- Pj Gubernur Sulsel Tebar 100 Ribu Benih Ikan Air Tawar di Bendungan Bili-bili Gowa
- Air Pasang Bendungan Bili-bili Naik? BBWS Pompengan Sampaikan Ini
- Intensitas Hujan Tinggi, Begini Status Bendungan Bili-bili Jumat 18 November 2022
- Curah Hujan Tinggi, Kepala BPBD Gowa: Elevasi Bendungan Bili-Bili Sudah Melewati Batas Normal
Dirinya tak menampik, titik terparah terjadinya banjir ini yakni di Kelurahan Pangkabinanga Kecamatan Pallangga, lalu Pattallassang, hingga Barombong.
Menurutnya hal tersebut dikarenakan meluapnya Sungai Jeneberang Jembatan Kambara yang merupakan hilir dari Bendungan Bili-bili yang dilakukan pembukaan pintu air siang tadi.
“Jika dampak hampir semua kecamatan kena, namun yang paling parah tiga kecamatan tadi karena airnya sudah sampai atap rumah,” beber Adnan.

Banjir dikarenakan pembukaan pintu bendungan
Diberitakan sebelumnya, banjir di Kabupaten Gowa terjadi karena tingginya air di Bendungan Bili-bili sudah mencapai batas kewajaran 101,36 meter yang akhirnya dilakukan pembukaan pintu air, yang mengakibatkan banjir besar pada beberapa titik di Kabupaten Gowa dan sekitarnya.
“Membuka pintu air merupakan pilihan yang harus diambil dikarenakan akan lebih berbahaya jika pintu air tetap ditutup. Kondisi ini berdampak banjir yang melanda di beberapa titik di Gowa,” tambah Adnan.
Hingga informasi ini diturunkan Orang nomor satu di Gowa ini bersama Wabup dan jajaran masih terus memantau di lapangan kondisi banjir dan pengungsi yang tersebar di beberapa tempat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
