Terkini.id, Jeneponto – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Jeneponto pada Selasa 22 Januari 2019, ditemukan 13 korban jiwa melayang.
Menurut Bupati Kabupaten Jeneponto Iksan Iskandar, para korban banjir bandang yang meninggal dunia akan diberikan santunan sebanyak 15 juta rupiah.
“Insya Allah, Pemerintah Jeneponto akan memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Kita akan berikan Rp 15 juta per korban meninggal,” kata Iksan Iskandar kepada awak media saat dikonfirmasi di posko induk penyaluran bantuan korban banjir, halaman kantor Satpol PP, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Jumat 25 Januari 2019.
Iksan menyampaikan, jumlah korban meninggal yang sudah dilaporkan ke Kementerian Sosial sebanyak 11 orang.
“Sesuai data terakhir korban yang meninggal dunia sudah 11 orang, itu yang kita sudah laporkan ke Kementrian Sosial, belum termasuk yang ditemukan hari ini,” ungkapnya.
Perbaikan rumah korban banjir
- Kapolres Jeneponto dan Ketua Bhayangkari Serahkan Bantuan kepada Korban Banjir di Rumbia
- Satu Korban Banjir di Wajo Ditemukan Meninggal Dunia
- Helikopter Pembawa Bantuan Korban Banjir Berhasil Mendarat di Latimojong Luwu
- 2.900 Warga di Lima Kecamatan di Kabupaten Soppeng Terdampak Banjir
- Pj Gubernur Sulsel Kunjungi Titik Banjir Terparah di Luwu
Selain itu, Iksan juga menyampaikan terkait perbaikan rumah korban banjir. Pihaknya telah mengkoordinasikan hal tersebut dengan Pemprov Sulsel dan pemerintah pusat.
“Kita juga sudah bicarakan terkait perbaikan rumah korban kepada pemerintah provinsi dan pusat. Insya Allah, jika ada dana kita kasi untuk perbaikan rumahnya,” ungkap Bupati Jeneponto yang baru saja dilantik ini.
Sebagaimana diketahui, update jumlah korban meninggal sampai hari ketiga pasca banjir bandang di Jeneponto sebanyak 13 orang dan sejumlah rumah rusak parah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
