Pemkab Jeneponto Koordinasi Konvergensi Lintas Sektor dan Lintas Program Untuk Percepat Penurunan Stunting

Terkini.id, Jeneponto – Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Kesehatan melakukan Koordinasi konvergensi lintas sektor dan lintas program untuk melaksanakan penurunan stunting tingkat Kabupaten Jeneponto.

Kegiatan itu berlangsung di ruang Kala’biranh rumah jabatan Bupati Jeneponto, Jalan Sirajuddin, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Selasa, 26 Januari 2021.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar, Ketua Komisi IV DPRD Jeneponto, Ketua TP PKK Jeneponto, Hj Hamsiah Iksan yang juga selaku duta stunting Jeneponto, Kepala Bidang Pemerintahan dannPembangunan Manusia Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Andy, tim Iney untuk percepatan penurunan stunting wilayah 5 Bina Bangda Kemendagri, Lukman Nurhakim, beberapa Kepala OPD,  para Kepala Kecamatan, Kepala Desa dan Kelurahan dan Kepala Puskesmas.

Kepala Dinas Sosial Jeneponto, Syusanty A Mansur dalam laporannya menyampaikan, pertemuan lintas sektor dan lintas program terkait pelaksanaan penurunan stunting di Kabupaten Jeneponto sebagai latar belakang dari permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Jeneponto.

Mungkin Anda menyukai ini:

“Masalah stunting,  khususnya di Kabupaten Jeneponto adalah masalah yang tidak bisa dipandang sebelah mata, prevalensi stunting di Jeneponto dalam 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa stanting merupakan masalah gizi terbesar pada balita di Indonesia khususnya di Kabupaten Jeneponto,” jelas Syusanty.

Baca Juga: Iksan Iskandar Kembali Terpilih Presidium di Musda ke-II KAHMI Jeneponto

Syusanty meelaporkan, berdasarkan hasil riset kesehatan daerah tahun 2013 menunjukkan 37,4 persen atau 9 juta balita menderita stanting.

“Perlu diketahui bersama bahwa berdasarkan analisa situasi angka stanting di Jeneponto sesuai dengan hasil analisis data pada bulan Agustus 2020 menunjukkan bahwa stanting di Kabupaten Jeneponto dari jumlah balita yang diukur sebesar 75,1 persen terdapat balita pendek dan sangat pendek sebesar 11,6 persen. Hal inilah yang menunjukkan bahwa terdapat permasalahan yang mendasar di daerah Jeneponto,” terangnya.

Syusanty juga menyampaikan tujuan dari pertemuan lintas sektor dan lintas program itu untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan lintas program organisasi wanita melalui tim penggerak PKK dan mitra kerja kita di dalam intervensi penurunan stunting secara terintegrasi.

Baca Juga: Iksan Iskandar Siap Bertarung di Musda Partai Golkar Jeneponto

“Tujuan pada pelaksanaan kita pada hari ini adalah bagaimana mewujudkan kesepakatan dan komitmen bersama untuk mengintervensi penurunan secara terintegrasi di Kabupaten Jeneponto,” tutup Syusanty.

Sementara Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar dalam arahannya mengatakan, kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang untuk menurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin dalam menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak.

“Stunting sangat mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal,” kata Iksan Iskandar.

Kabupaten Jeneponto sudah memasuki tahun kedua daerah lokus stunting yang ada di Sulawesi Selatan dari hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan aksi 1 sampai aksi 8 masih terdapat kekurangan di setiap tahapan aksi konvergensi percepatan dan pencegahan penurunan stunting.

“Untuk itu diharapkan kepada Bappeda dan seluruh opd yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan intervensi gizi terintegrasi perlu mengetahui dan memahami kebutuhan data yang akan digunakan dalam melaksanakan intervensi pencegahan dan penurunan stunting sesuai dengan tanggungjawab di setiap tahapan aksi,” harap Iksan Iskandar.

Bupati Jeneponto Iksan Iskandar juga mengharapkan pelaksanaan kegiatan tersebut dapat menghasilkan komitmen bersama dalam pelaksanaan aksi 1 sampai aksi 8.

“Intervensi penurunan stunting terintegrasi baik intervensi secara spesifik maupun sensitif di tingkat kabupaten Kecamatan dan khususnya 30 desa dan kelurahan lokus melalui integrasi program kegiatan yang dilakukan masing-masing opt dan partisipasi masyarakat,” ungkap Iksan.

Iksan Iskandar pun menegaskan kepada semua kepala kecamatan kepala kelurahan dan desa yang termasuk lokus stunting untuk fokus dalam penanganan penurunan stunting di setiap wilayahnya.

“Saya menegaskan kepada semua kepala Kecamatan dan kepala kelurahan serta desa yang masuk lokus canting untuk melakukan sosialisasi dalam rangka memberi pemahaman kepada masyarakat bagaimana cara mencegah terjadinya stunting pada anak,” tutup Iksan Iskandar. 

Bagikan