Terkini, Jeneponto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto terus mengakselerasi upaya percepatan penanganan stunting. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) di Ruang Rapat Wakil Bupati, Kamis.4 September 2025
Rakor yang dipimpin Ketua TP3S, Islam Iskandar, menghasilkan keputusan penting berupa penetapan 26 Desa dan Kelurahan sebagai lokasi fokus (lokus) penanganan stunting tahun 2026.

Kepala Bappeda Jeneponto, Alfian, menjelaskan bahwa penentuan lokus dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah Keluarga Risiko Stunting (KRS) dan tingkat prevalensi stunting di setiap wilayah.
“Penetapan lokus ini kami lakukan lebih awal sebelum penetapan APBD. Dengan begitu, perangkat daerah bisa langsung menyesuaikan program dan kegiatan yang mendukung upaya percepatan penurunan stunting,” kata Alfian.

Adapun 26 Desa/Kelurahan yang ditetapkan sebagai lokus penanganan stunting tahun 2026 tersebar di sejumlah kecamatan, yakni:
- Wali Kota Makassar Minta Antrean BBM Tak Ganggu Masyarakat, Truk dan Bus Diusulkan Antre 21.00-05.00 WITA
- Imbas Kelangkaan BBM, Disdik Makassar Terapkan Pembelajaran Daring untuk TK, SD dan SMP
- Four Points by Sheraton Makassar Genap 11 Tahun, Rayakan dengan Aksi Sosial dan Syukuran
- New Veloz Hybrid EV Dongkrak Penjualan Toyota di Segmen Low MPV, Market Share Capai 66,2 Persen
- Alfamart-Sweety Lanjutkan Kolaborasi Sahabat Posyandu, Jangkau 8.400 Penerima Manfaat
1. Bangkala: Bontorannu, Pallengu, Pallantikang, Jenetallasa, Gunung Silanu, Kapita, Marayoka
2. Bangkala Barat: Bulujaya, Beroanging, Pappalluang
3. Tamalatea: Karelaya, Borongtala
4. Binamu: Biringkassi, Bontoa, Pabiringa
5. Turatea: Paitana, Pa’rangangang Baru
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
